Senin, 07 Oktober 2013

Katanya Masih Perawan, Kok Nggak Berdarah Di Malam Pertama?!


malam pertama 
Sudah menjadi cara pandang masyarakat di dunia timur bahwa keluarnya darah saat berhubungan intim di malam pertamamerupakan bukti bahwa seorang wanita itu merupakan perawan. Padahal di zaman sekarang ini, keluarnya darah ini sudah tidak lagi menjadi bukti otentik bahwa wanita yang bersangkutan adalah seorang perawan. Celakanya, kaum pria terlalu cepat curiga jika istrinya tidak keluar darah di malam pertama. Padahal, tidak keluarnya darah di malam pertama belum tentu disebabkan karena selaput darah sudah rusak akibat pernah berhubungan intim sebelumnya.

Ada banyak faktor yang menyebabkan pengantin wanita tidak mengeluarkan darah di malam pertama. Berikut ini saya jelaskan beberapa penyebabnya agar tidak terjadi kesalahpahaman bagi anda. Inilah penyebab mengapa wanita tidak mengeluarkan darah saat malam pertama.

Selaput Dara Sudah Pecah Karena Pernah Berhubungan Intim
Ini salah satu alasan mengapa darah tidak keluar. Jika seorang perawan melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya, biasanya selaput dara akan sobek karena desakan penis saat penetrasi. Sehingga ketika melakukan hubungan intim berikutnya, darah tidak keluar lagi karena selaput dara sudah “bolong”. Namun kaum pria jangan terlalu terpaku dengan hal ini sebagai satu-satunya penyebab tidak keluarnya darah di malam pertama. Ada beberapa faktor lain yang juga perlu anda pertimbangkan agar anda tidak menzalimi istri anda.

Selaput Dara Sudah Pecah Karena Masturbasi
Kecenderungan para gadis perawan yang sering bermasturbasi di masa lajangnya juga bisa menyebabkan selaput dara robek. Rasa nikmat yang dilakukan ketika bermasturbasi terkadang membuat mereka berlebihan dalam memasukkan jari tangan atau benda lain ke dalam vagina sehingga tanpa sadar membuat selaput dara menjadi robek.

Selaput Dara Sudah pecah karena Kecelakaan & Aktivitas Fisik
Banyak gadis perawan yang robek selaput daranya karena pernah kecelakaan misalnya tabrakan atau jatuh yang menyebabkan selaput dara mengalami cedera. Ini tentunya sesuatu yang tidak pernah diduga sebelumnya. Selain itu, kebiasaan seorang gadis perawan yang sering naik sepeda atau berkuda dalam waktu yang lama juga membuat selaput dara pecah karena desakan tempat duduk di sepeda atau kuda.

Selaput Dara Terlalu Elastis
Ada beberapa gadis yang memiliki selaput dara yang elastis. Akibatnya, ketika dilakukan penetrasi penis untuk pertama kalinya, ternyata lubang selaput dara menjadi “melar” dan elastis sehingga tidak pecah dan tidak berdarah. Biasanya selaput dara tipe wanita ini akan pecah setelah beberapa kali berhubungan intim

Selaput Dara Terlalu Tebal
Gadis dengan selaput dara yang terlalu tebal juga sulit berdarah di malam pertama. Hal ini disebabkan karena selaput dara yang tebal tidak memiliki sifat kerapuhan sehingga tidak gampang sobek dan berdarah. Biasanya selaput dara ini juga akan pecah setelah beberapa kali berhubungan intim.
Nah, informasi di atas bukan sekedar isapan jempol saja atau sekedar karangan saya sendiri. Semua informasi di atas saya ambil berdasarkan informasi dari wolipop.com yang mewawancarai dr. Prima Progestian, seorang dokter kandungan yang juga seksolog di Brawijaya Women and Children Hospital dan RS Muhammadiyah pada tanggal 31 Mei 2012 lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar