Tampilkan postingan dengan label SEX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEX. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2013

Tips Seks Untuk Suami: Prinsip “Memberi Sebelum Menerima”

prinsip seks memberi orgasme

Seperti halnya dalam kehidupan secara umum -dalam kehidupan finansial dan relationship-, aturan memberi sebelum menerima adalah aturan yang sangat ampuh. Begitu juga dalam kehidupan seksual, aturan ini sangat dianjurkan.  

Berikan apa yang ingin anda dapatkan sebelum anda meminta apa yang anda mau.
Aturan “Istri Saya Sebelum Saya”

Aturan “Dia Sebelum Saya” pada dasarnya adalah Anda memastikan bahwa istri Anda mendapatkan orgasme sebelum dia memberikan kesenangan kepada anda.

Diantara 3 orgasme yang bisa Anda berikan sebelum melakukan penetrasi adalah:

1. Orgasme Klitoris
2. Orgasme G-spot
3. Orgasme Mix (campuran)

Kenapa Harus Dia Sebelum Saya?
  • Kebanyakan wanita tidak bisa mengalami orgasme dari proses sexual intercourse (jima’, senggama). Jadi, apa yang akan kita lakukan adalah “mensetting dia”, agar ketika Anda melakukan intercourse, akan lebih mudah bagi dia untuk mengalami orgasme. Dan walaupun seandainya dia tidak mengalami orgasme dari proses intercourse, dia akan tetap puas, karena dia sudah mengalami orgasme (apalagi jika anda memberinya sampai 2 atau 3 orgasme).
  • Prinsip Balas Budi. Pada umumnya, jika kita melakukan suatu kebaikan untuk orang lain, mereka akan merasa wajib untuk melakukan kebaikan yang serupa kepada kita. Dalam hal ini, Anda memberi istri Anda hadiah orgasme, dan dia akan memberi Anda hadiah penggantinya. Apa yang akan dia berikan sebagai balasan bisa bervariasi, bisa berupa balasan langsung untuk memuaskan anda, atau bisa juga sikap yang lebih menyenangkan dan lebih menghargai anda di kehidupan sehari-hari, atau, suatu saat dialah yang akan memulai memberikan stimulasi seksual kepada anda. Bukankah itu yang anda inginkan?
  • Ketika istri anda sudah mengalami lebih dari satu orgasme (misalnya orgasme klitoris dan orgasme g-spot) sebelum anda melakukan penetrasi , akan menjadi tidak terlalu bermasalah jika Anda tidak bisa ‘bertahan lama’ ketika melakukan jima’. Dia tidak akan terlalu memperdulikan apakah anda membuatnya orgasme dengan proses penetrasi atau tidak… bayangkan, jika dia sudah mengalami 3 orgasme!!
  • Berapa kali anda memberikan orgasme pada istri anda sebelum proses penetrasi itu terserah anda, bisa 1, 3,5 atau bahkan 10 orgasme! Aturan umumnya adalah: Berikan kepuasan terlebih dahulu kepada dia sebelum dia memuaskan Anda.

Sabtu, 16 November 2013

Penyabab Gairah Seks Suami Padam?

Saat pasangan suami istri berhubungan intim, hal seperti ini bisa disebut sebagai momen paling rahasia bagi masing-masing pribadi. Tapi, momen ini justru akan menjadi batu sandungan bila sepasang insan melakukannya tidak dengan keterbukaan dan kejujuran, atau justru mewarnai banyak kebohongan dan kesemuan.

Akankah semua itu dipengaruhi oleh kelalaian wanita dalam membangkitkan gairah seks pasangannya? 

Berikut analisis perilaku seks yang menyebabkan gairah seks suami tidak menyala.

1.Seolah-olah Tidak Suka Seks

Pihak wanita memerlukan kesadaran sebisa mungkin untuk merubah dan menekan sikap-sikap sebagai berikut :

Berbicara menyangkut seks yang nadanya menghina, hingga secara mendadak menyurutkan hasrat suami.
Tidak berani ekspresif alias bertindak malu-malu kucing ketika berbincang masalah seks.

Bersikap ‘buru-buru selesai’ atau bertindak sepertinya seks itu adalah sesuatu untuk ‘menahan diri’.

2.Tidak Pernah Mengawali Seks

Perhatikanlah dan biarkan pasangan Anda (suami) tahu kalau Anda sedang berada dalam suasana hati untuk bercinta. Jangan menyembunyikan perasaan yang terpendam di hati. Tak ada salahnya jika sesekali Anda yang mengambil inisiatif mengawali hubungan intim.

3.Tak Merawat Diri

Kaum wanita harus sadar bahwa pria lebih terarah secara visual dibanding wanita.Sangat mudah bagi pria untuk terangsang oleh penampilan. Sebab, pria memang cenderung mudah terperangkap secara fisik.

4.Terlalu Bergantung Dan Tidak Pe-De

Sebenarnya, pria tidak suka kalau si wanita terlalu bergantung terhadapnya untuk memenuhi segala keperluannya, apalagi dengan cara merengek/ mengurai kecengengan untuk mendapat rasa iba dari pria.

Pemecahannya, istri harus menyakini dan bisa menempatkan kemampuan seks pada porsinya, dalam jalinan hubungan Anda. Jangan menuntut suami harus tahu apa yang Anda inginkan, tetapi saling terbuka terutama mengenai kepuasan yang diperoleh dalam hubungan seks.

Jumat, 15 November 2013

Posisi Sex terbaik

 
Seksualitas – Banyak yang bertanya, sesungguhnya posisi manakah yang paling banyak mendatangkan kepuasan dalam berhubungan seks? Ini merupakan suatu pertanyaan umum, sebenarnya semua posisi bercinta yang di maksud untuk mendatangkan kepuasan seks yang maksimal bagi para pelakunya.
Posisi mana yang paling memuaskan, semua itu tergantung pada Anda yang melakukannya.

Banyak pria yang lebih menyukai pasangannya berada di atas, namun, para wanita kebanyakan lebih suka berada dibawah. Mereka bilang berbaring di ranjang lebih santai dan bebas menatap wajah pria yang dicintai, juga kenimatan pendahuluan. Apalagi tanpa harus banyak usaha ( keluar tenaga ), kepuasan seks bisa tercapai.

Untuk para wanita, bila posisinya di bawah, membuat mereka:

Bisa dengan bebas memandang pasangannya. Wanita juga bisa melihat ekspresi wajah pasangan, dan merasa sangat dicintai bila ekspresinya tercapai.

Memberi rasa feminin dan erotis, dengan rambut yang terurai di bantal.

Posisi ini sangat indah secara estetika, sebab wanita tidak perlu merasa malu akan tubuhnya ( karena ketutupan tubuh pasangannya ).

Beberapa wanita mengatakan bahwa posisi di bawah membuat mereka lebih mudah mencapai orgasme kerena merasa lebih nikmat.

Variasi lainnya dalam rangka menemukan kepuasan berhubungan seks. Misalnya pada posisi misionaris ini, wanita bisa menaruh 1 atau 2 bantal di bawah pinggulnya, mencondongkan tulang panggul agar terjadi penetrasi lebih dalam, maka akan terasa suatu kenikmatan yang lain.

Juga bisa dengan kedua kaki direntangkan lebih lebar, melingkari pinggang atau bahu pasangan.
Posisi yang lain merupakan posisi menahan busur, ini adalah posisi spesifik yang sangat mudah dilakukan, posisi ini memiliki ciri gerakan yang khusus, yaitu ; Tumpuan tubuh wanita, kaki kanan diangkat dan kaki kiri lurus, paha dibuka sedikit agar lebar, lelaki melakukan penetrasi diatas.

Bila sang wanita cukup bugar, boleh juga mencoba variasi yang lain. Dengan cara menarik lutut ke arah dada, lalu rentangkan sedemikian rupa sampai sang pria bisa berada di antara mereka. Dengan posisi betis berada di sisi punggung sang pria, paha Anda menahan tubuhnya, dengan posisi ini keuntungannya dapat memberikan Anda keleluasaan untuk mengendalikan permainan, menahan berat tubuh sang pria, orgasme pun akan lebih mudah tercapai.

Tetapi, yang perlu Anda perhatikan adalah, bagaimana pun posisinya, kunci permainannya adalah aliran adrenalin. Artinya, bila Anda merasa denyut nadi bertambah cepat, peluh mulai keluar, dan adrenali mengalir lebih deras, barulah seks akan memuaskan Anda. Bila pasangan menganggap seks hanya rutinitas, posisi apa pun tak akan dapat memuaskan. Jadi pertahankan aliran deras adrenalin itu dengan menyuruh pikiran Anda tenang.

Disamping itu, sebenarnya saat berhubungan seks tidak memaku sebab pada akhirnya akan ditentukan oleh situasi dan kondisi, situasi dan kondisi ini yang tepat akan membangkitkan romantisme yang hangat, hingga membawa Anda sampai ke puncak orgasme.

Seks adalah kewajiban ataukah kebutuhan jiwa ?


Apa yang Anda pikirkan soal seks? Jika selama ini Anda berpikir bahwa seks adalah sebuah kewajiban, maka Anda salah besar. Mengapa? Karena seks adalah sebuah kebutuhan.

Anda mungkin penasaran, mengapa ada orang yang datang ke rumah-rumah bordil, mengapa ada orang yang tidak malu melakukan free sex. Terlepas dari dosa yang telah mereka lakukan, mereka melakukan tersebut karena adanya tuntutan akan kebutuhan.

Bisa jadi, mereka tidak atau kurang mendapatkan kepuasan dengan pasangan mereka. Maka mereka akan mencari dimana mereka dapat memuaskan kebutuhan yang satu ini. Caranya salah, ya, mereka yang melakukannya tahu itu salah. Tapi dengan dalil, ”lha wong butuh”, mereka melupakan dosa dan adzab yang akan mereka terima.

Padahal, Islam memberikan jalan poligami bagi mereka yang mampu melaksanakannya. Salah satu alasannya adalah untuk menyelamatkan diri dari kubangan dosa. Atau, jika tidak mampu berpoligami, kehidupan seks bisa diperbaiki dan bersama-sama dengan pasangan memperbaiki kualitasnya.

Bagaimana caranya?

Kembalikan romantisme. Jangan mengukur romantisme dari apa yang diberikan pasangan Anda; bunga, pujian, rayuan, puisi…Tidak. Romantisme dalam rumah tangga Anda dapat dikembalikan dengan cara mengungkapkan apa yang Anda inginkan atau Anda pikirkan secara langsung. Misalnya, Anda bisa membuat suasana rumah atau kamar Anda menjadi lebih romantis. Pasang lilin-lilin dengan aroma terapi, tuliskan sebuah surat cinta sederhana, letakkan bunga-bunga segar di jambangan, dsb. Ingat, jangan sampai kesibukan Anda mengurus rumah tangga memudarkan romantisme di antara Anda berdua.

Pancing gairahnya. Jangan malu untuk bertindak dan mengungkapkan apa yang Anda inginkan. Anda bisa menggodanya dengan kata-kata, jika bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Atau, Anda juga bisa menggodanya dengan penampilan seksi Anda. Lingerie atau baju press body bisa menjadi pilihan Anda. Lebih bagus lagi, jika Anda berani berinisiatif lebih dulu, ciumlah pasangan Anda. Menurut penelitian, ternyata berciuman memicu kekebalan tubuh dan membuat Anda tampak seksi dan lebih menarik. Selain itu, pasangan Anda pun akan merasa nyaman dan semakin bergairah. Hmm…makin panas, nih!

Tatap kedalaman matanya. Percaya atau tidak, ternyata dengan sering menatap langsung ke kedalaman mata pasangan Anda, akan menambah keintiman Anda berdua. Saat bercinta, jangan tutup mata Anda. Tapi, tataplah pasangan Anda lekat-lekat. Tunjukkan pula perasaan Anda dengan mengelus, memeluk, atau memegang tangannya.

Bercanda dan bercerita. Janganlah terlalu serius dalam memandang hidup ini. Adakalanya Anda butuh penyegaran. Bercanda dengan pasangan saat aktivitas seks juga dapat membuat keakraban menjadi semakin hangat, dan jalinan cinta di antara Anda dan pasangan semakin kuat.

Lakukan dengan keinginan Anda. Sekali lagi, jangan jadikan aktivitas seks ini sebagai sebuah kewajiban. Tapi, lakukanlah dengan relaks, santai, dan biarkan dia membawa Anda kepada kepuasan yang Anda berdua inginkan. Jangan jadikan sebuah beban. Banyak-banyaklah berkomunikasi, sehingga Anda dan pasangan dapat mengetahui apa-apa saja yang harus diperbaiki.

Rabu, 13 November 2013

Seks Tak Harus Selalu Malam Hari


Banyak orang berpendapat kalau aktivitas seksual itu harus dilakukan pada malam hari. Malam hari dianggap sebagai saat yang tepat untuk berhubungan seksual sehingga ada istilah “malam pengantin” bukan “siang pengantin”. Tempat hiburan malam yang dibalut hiburan esek-esek pun kebanyakan buka pada malam hari. Walau belakangan banyak juga istilah seks dilakukan pada siang hari seperti “sex after lunch”, kebanyakan di dalam pikiran kita berhubungan seks memang sepantasnya malam hari. Benarkah demikian?

Sebenarnya, jika melihat dari porsi kerja kita yang banyak dilakukan pada siang hari sampai sore hari, maka malam biasanya adalah waktunya memulihkan tenaga kembali untuk bekerja keesokan harinya. Bagi yang beruntung bekerja sampai pukul 17.00 saja, maka ada jarak waktu yang cukup lama untuk beristirahat sambil menunggu berhubungan seks dengan istri/suami sekitar pukul 21.00.

Akan tetapi, bagaimana dengan yang baru bisa sampai di rumah pukul 19.00-20.00 malam akibat terhalang macet di jalan. Maka sekiranya bisa ada tenaga yang cukup untuk melakukan hubungan seksual sekitar pukul 22.00-23.00.

Jika memang masih mampu, silakan lakukan hal ini pada malam hari. Namun, jika dirasakan sudah lelah apalagi bila kedua pasangan bekerja, bolehlah kiranya menunggu sampai pagi saja saat bangun tidur.

Walaupun dalam aktivitas seksual tradisional si laki-laki lebih banyak aktivitasnya dibanding perempuan, kedua belah pihak dalam aktivitas seksual mengeluarkan tenaga yang sekiranya mirip. Namun, lebih kasihan kalau perempuan yang bekerja serta harus mengurus rumah tangga dan anak.

Luar biasa repot kalau demikian. Belum lagi kelelahan karena urusan rumah tangga sirna, harus siap-siap menyiapkan landasan untuk pesawat si bapak yang ingin mendarat. Betul-betul butuh tenaga. Tidak heran kelelahan sebelum melakukan hubungan seksual ini sering menyebabkan perempuan sulit orgasme. Sebagian orang memandang hubungan seksual ini sebagai bagian dari pelayanan kepada suami yang tidak bisa ditolak. Tidak ada unsur menikmati seks di sana sebagai pasangan suami-istri.

Seks pada pagi hari

Sebenarnya melakukan hubungan seksual nyaman juga pada pagi hari. Kalau tidur cukup, maka ketika bangun, pasangan bisa melakukan hubungan seksual yang baik. Apalagi jika pagi, laki-laki yang masih sehat akan mengalami ereksi waktu tersebut. Ini bisa semakin menambah kegairahan pada pagi hari. Perempuan juga masih dalam keadaan segar ketika bangun tidur.

Namun, ini sulit dilakukan jika keduanya bekerja dari tempat yang jauh dari rumah. Bangun tidur sudah perlu langsung menyiapkan diri dan anak-anak. Si bapak juga buru-buru ke kantor supaya tidak telat dan macet di jalan. Akhirnya, seks dilupakan atau jika ada pun dilakukan secepat mungkin.

Inilah problem yang sering dialami oleh pasangan zaman sekarang ketika waktu yang bermakna untuk berdua semakin berkurang karena kesibukan masing-masing. Jika demikian, silakan lihat kembali aktivitas Anda, termasuk berhubungan seksual. Jika Anda berusia 20-40 tahun tetapi kurang dari sekali seminggu melakukan hubungan seksual, artinya Anda harus mulai waspada. Jangan-jangan Anda sudah lupa menikmati hubungan seksual yang bermakna!

Tak Ada Kata Tua untuk Bercinta

Kekuatan fisik boleh berkurang seiring dengan bertambahnya usia, tetapi hasrat dan kenikmatan bercinta bukan hal yang tabu untuk terus ada meski usia merangkak senja. Keintiman dan kenikmatan dalam bercinta juga akan menghasilkan perasaan saling berbagi, kehangatan, serta kemesraan.

Bahkan ada keuntungan sendiri berhubungan seks di usia lanjut, antara lain tak perlu takut terjadinya kehamilan yang tak diinginkan. Selain itu pasangan dapat menikmati pengalaman yang lebih lama dan intim.

Sayangnya, ada kendala-kendala fisik yang menyulitkan kehidupan bercinta saat usia menua karena tubuh dan faktor hormonal mulai mengalami perubahan. Kendala yang lazim dialami antara lain disfungsi ereksi, vagina mengering, dan libido rendah. Namun jangan khawatir, ikutilah beberapa solusi berikut.

1. Vagina kering
Pada usia lanjut, wanita tidak mampu lagi memproduksi cukup pelumas untuk sesi bercinta yang nyaman. Vagina kering umumnya disebabkan oleh menurunnya kadar estrogen setelah menopause. Pelumas yang berkurang dapat membuat vagina kehilangan kelenturannya, sehingga mengurangi kenyamanan saat bercinta.

Solusi untuk vagina yang mengering antara lain dengan menggunaan pelumas buatan dan terapi hormon. Meski begitu sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum Anda melakukan terapi hormon.

2. Disfungsi ereksi
Gangguan ini kerap dialami oleh pria berusia lanjut. Pada disfungsi ereksi yang parah, pria bahkan tidak dapat mencapai ereksi. Sebagian lagi membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai ereksi.

Ada banyak penyebab gangguan ini, antara lain penurunan kadar kolesterol, penurunan aliran darah ke penis, gangguan fungsi saraf, dan penurunan elastisitas jaringan erektil. Selain itu, disfungsi ereksi juga dipicu oleh berbagai penyakit, antara lain penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes.

Cara terbaik untuk menghindarinya yaitu dengan menjalankan gaya hidup sehat dan memastikan penyakit yang diderita tetap terkontrol. Namun jika ereksi terlanjur susah didapat, pria membutuhkan pengobatan baik minum atau suntik, bahkan ada pula solusi pembedahan.

3. Libido rendah
Banyak orang yang kehilangan gairah seksualnya setelah memasuki usia lanjut. Hal ini dipicu oleh beberapa gangguan kesehatan seperti penyakit jantung kronis, masalah emosi, penurunan hormon seks, dan pengaruh obat-obatan.

Untuk menaikan libido, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Antara lain dengan mengonsumsi makanan-makanan peningkat libido, hingga pengobatan. Memperbaiki komunikasi dan kehangatan interaksi dengan pasangan juga membantu meningkatkan timbulnya hasrat seksual.

Nah, kini janganlah berpikir usia lanjut menjadi alasan untuk tidak dapat menikmati kegiatan bercinta. Dengan upaya-upaya tertentu, hingga usia tua pun, gairah cinta tetap menyala.

Pil KB Timbulkan Nyeri Saat Bercinta


Pil kontrasepsi alias pil KB adalah jenis kontrasepsi yang paling populer. Meski memiliki sejumlah keunggulan, tetapi sebagian wanita yang memilih kontrasepsi ini mengalami efek samping rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Dalam pertemuan ilmiah asosiasi ahli urologi Amerika, disampaikan efek samping dari pil KB dosis rendah terhadap timbulnya sindrom nyeri kronik di bagian panggul dan nyeri saat bercinta.

Ketua peneliti, Nirit Rosenblum, asisten profesor urologi dari New York University Langonge Medical Center, menyebutkan makin banyaknya pasien wanita yang mengeluhkan gejala nyeri pada panggul dan vagina.

"Kebanyakan dari pasien tersebut menggunakan pil kontrasepsi dosis rendah," katanya.

Kemudian Rosenblum melakukan survei anonim terhadap lebih dari 900 wanita berusia 18-39 tahun. Wanita yang mengonsumsi pil KB dosis rendah masuk dalam kriteria kelompok yang menderita sindrom nyeri panggul dibanding wanita yang tidak menggunakan pil KB atau yang memakai pil KB dosis normal.

Wanita yang menggunakan pil KB dosis rendah juga melaporkan rasa nyeri selama atau setelah orgasme.

Hasil survei ini hanya menunjukkan kaitan antara pil KB dosis rendah dan nyeri panggul, bukan hubungan sebab akibat. Tetapi, jika memang pil KB dosis rendah berada di balik rasa sakit itu, Rosenblum mengatakan mungkin itu karena mekanisme terkait dosis.

"Wanita yang pakai pil dosis rendah biasanya kadar estrogennya juga rendah, sehingga hal itu mungkin terkait. Tapi memang perlu dibuktikan dengan penelitian mendalam," katanya.

Jika Anda juga mengalami keluhan yang sama, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter untuk menentukan apakah perlu diganti dosisnya atau mengganti metode kontrasepsi lainnya.

"Jika kita diberikan obat, kita harus memahami potensi efek sampingnya sehingga kita langsung mengenali setiap gejala yang timbul. Kita juga perlu mempertimbangkan apakah efek samping dari pengobatan lebih besar dari manfaatnya," katanya.

Bagaimana Ciri-ciri Orang Kecanduan Hubungan Seksual?


Seseorang yang kecanduan itu dipenuhi dengan pikiran aktivitas seksual, walaupun mungkin mereka tidak mendapatkan kenikmatan ketika melakukan aktivitas tersebut. Untungnya, ada pengobatan yang dapat diberikan bagi penderita kecanduan seksual.

Kecanduan melibatkan perilaku kompulsif, seperti yang dialami seseorang yang kecanduan belanja, berjudi, atau berselancar di Internet. Hanya saja dalam hal ini, perilaku kompulsif nya berkisar pada aktivitas seksual.
Beberapa pecandu mungkin merasa bahwa mereka tidak bisa berhenti berpikir tentang hubungan intim dan akibatnya menelantarkan pekerjaan karena pikiran/lamunan atau fantasi mereka. Ada juga yang memuaskan diri sendiri dengan perilaku seksual berisiko dengan membayar pekerja seks komersil (psk).


Orang yang kecanduan, hampir seringkali tidak menikmati apa yang seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan atau emosional mendalam ketika berhubungan intim. Ketika mereka mencoba untuk menghentikan aktivitas yang merusak tersebut, mereka  akan merasa bahwa mereka tidak dapat berhenti atau pada akhirnya melakukan kembali kebiasaan lama mereka.

Kabar baiknya, kecanduan ini dapat diatasi namun tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi penderita dan keinginan untuk melakukan terapi-terapi.

Tanda-Tanda Peringatan Kecanduan Hubungan Seksual
Penderita kecanduan hubungan seksual tidaklah sedikit. Menurut beberapa perkiraan, antara 12 sampai 15 juta orang di Amerika Serikat memiliki kecanduan ini
Indikasi-indikasi kecanduan meliputi:
  • Melakukan hubungan intim untuk mengatasi perasaan negatif atau mencapai rasa percaya diri sesaat
  • Menyembunyikan perilakunya dari pasangannya
  • Merasa kehilangan kontrol atas perilaku seksualnya, yang melanggar norma-norma yang diterima masyarakat umum
  • Menemukan bahwa perilaku menyebabkan rusaknya hubungan dengan pasangan, kegagalan dalam pekerjaan atau membuat penderita menghabiskan lebih sedikit waktu dengan teman dan keluarga
  • Menyadari bahwa perilaku tersebut dapat menyebabkan masalah dalam hidup penderita jika orang lain mengetahuinya
  • Merasa tidak bisa berhenti total melakukan perilaku yang berbahaya tersebut
Perilaku Khas Seseorang yang Kecanduan
Orang yang memiliki kecanduan seksual menunjukkan empat jenis perilaku yang khas sebagai berikut:
  • Mereka sibuk berpikir tentang hubungan intim sehingga menyebabkan tingkat gairah tetap tinggi, yang akhirnya mendorong perilaku yang tidak benar
  • Perilaku seksual yang mereka sukai menjadi ritual, seiring mereka terus mengulangi kembali kegiatan serupa atau situasi tertentu. Perilaku ini tidak selalu ditujukan untuk mencapai orgasme, namun bisa berfungsi agar menjaga tingkat gairahnya tetap tinggi.
  • Mereka terlibat dalam aktivitas seksual meskipun mereka menyadari konsekuensi negatifnya atau benar-benar ingin berhenti melakukan apa yang mereka lakukan.
  • Mereka merasa bersalah atau malu yang mendalam atas perilaku seksual dan ketidakmampuan mereka untuk mengendalikan diri sendiri, serta menyesali rasa sakit yang dialami orang lain akibat tindakan mereka.
Terdapat banyak penyebab mengapa seseorang bisa mengalami kecanduan seksual, misalnya:
  • Penyebabnya bisa biokimia, misalnya orang menjadi kecanduan akan hormon dan bahan kimia yang dihasilkan otak ketika berhubungan intim atau mencapai klimaks. 
  • Penyebabnya mungkin juga emosional, misalnya orang yang memiliki ketergantungan dengan orang lain, ingin selalu berada dalam hubungan dekat dengan orang lain, sehingga  membuat mereka berganti dari satu pasangan ke pasangan lain karena sangat ingin merasa diperhatikan dan dihargai.
Kecenderungan negatif ini juga dapat timbul akibat pelecehan pada anak usia dini atau akibat dari stres kronis, depresi, atau kecemasan.

Pengelolaan dan Pengobatan
Pengobatan kecanduan seksual banyak menggunakan teknik yang sama dalam mengatasi kecanduan berjudi, berbelanja, dan perilaku lainnya. Teknik tersebut termasuk:
  • Terapi. Dokter telah menemukan bahwa kombinasi dari terapi individu dan pasangan bisa membantu seseorang lebih memahami dan menghadapi kecanduan mereka. Tujuan terapi adalah untuk membangun kembali kehidupan rumah tangga yang sehat, yang didasarkan pada keintiman bersama, sukacita, dan emosi ketimbang kompulsi.
  • Obat. Beberapa obat dapat membantu mengendalikan gairah seseorang. Ini termasuk obat anti cemas, antidepresan trisiklik, bahan progestasional, dan peningkat serotonin. Namun dokter menemukan bahwa mengkonsumsi obat ini saja tidak berfungsi sebagai obat utama mengatasi kecanduan, sama seperti penderita penyakit kompulsif “menyimpan semua barang”, membuang semua barang-barang mereka tidak akan menghentikan mereka dari menimbun barang kembali.
Perilaku menyimpang ini juga merupakan masalah perilaku yang serius dan perlu komitmen yang serius juga untuk berhenti. Biasanya diperlukan bantuan konseling atau profesional di bidangnya untuk membangun kembali hubungan cinta yang sudah ada atau untuk dapat membuat hubungan cinta yang benar-benar bermakna.

Kembali Berhubungan Intim Setelah Melahirkan?


Hubungan seksual setelah melahirkan mungkin menjadi hal terakhir di pikiran Anda. Tetapi setelah Anda beradaptasi dengan kehadiran sang buang hati, Anda akan mulai memikirkan kapan saat yang tepat kembali mulai berhubungan intim dengan pasangan setelah setelah melahirkan. Inilah hal yang perlu Anda ketahui.

Anda akan menikmati seks setelah melahirkan, tetapi hal ini memerlukan waktu dan perencanaan. Semua masalah seperti nyeri, pendarahan, kelelahan, menyusui, dan suasana hati Anda bisa mengganggu kembalinya hubungan seksual normal yang memuaskan setelah Anda melahirkan. Jika setelah melahirkan, Anda tidak ingin hamil lagi, maka Anda harus memutuskan penggunaan metode KB.


Tidak peduli Anda melahirkan anak dengan cara normal atau melalui operasi caesar, tubuh anda tetap memerlukan waktu untuk sembuh sebelum Anda dapat melakukan hubungan seks setelah melahirkan. Nyeri dan keputihan juga perlu waktu untuk sembuh. Kebanyakan dokter menyarankan agar Anda menunggu tiga sampai enam minggu sebelum berhubungan seks kembali setelah melahirkan. Hal ini karena:
  • Leher rahim Anda membutuhkan waktu untuk menutup.
  • Keputihan membutuhkan waktu untuk berhenti.
  • Robekan, sayatan, dan luka perlu waktu untuk sembuh.
Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki kondisi fisik pasca melahirkan yang berbeda untuk diatasi. Setelah dokter mengatakan bahwa Anda sudah aman untuk berhubungan seks setelah melahirkan, maka keputusan akhir ada pada diri Anda.

Mengambil Waktu Untuk Menyesuaikan Faktor Emosional
Memiliki bayi baru di rumah dapat mengubah dunia Anda. Tidaklah mengherankan jika seks setelah kehamilan mungkin tidak menjadi perhatian utama Anda untuk sementara waktu. Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya tenaga setelah kehamilan. Bukan hal yang aneh jika Anda merasa lelah selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Perubahan hormon Anda setelah kehamilan juga dapat menyebabkan depresi pasca melahirkan. Memang normal untuk merasakan kesedihan, kecemasan, dan lekas marah, tetapi perasaan ini harusnya hilang setelah beberapa minggu. Kesedihan dan depresi yang lebih serius mungkin menunjukkan depresi pasca melahirkan yang berat dan membutuhkan perhatian medis dengan segera.

Bahkan walaupun Anda menemukan waktu dan tenaga, adanya perubahan hormon bisa menghilangkan keinginan untuk berhubungan seks setelah melahirkan. Jadi jangan khawatir jika Anda merasa tidak siap secara emosional atau fisik untuk berhubungan intim. Berikan diri Anda waktu dan komunikasikan dengan pasangan Anda tentang perasaan Anda.

Menyusui dan Seks Setelah Kehamilan

Menyusui merupakan masalah lain yang dapat mempengaruhi hubungan seks setelah melahirkan. Menyusui menurunkan tingkat estrogen Anda, yang dapat meningkatkan tingkat kekeringan vagina Anda dan membuat hubungan seksual setelah melahirkan menjadi tidak nyaman.

Penggunaan pil KB tertentu dapat menurunkan produksi susu Anda, jadi hal ini harus dikonsultasikan dengan dokter Anda ketika Anda memutuskan metode KB yang ingin digunakan. Kemudian penting diingat bahwa menyusui tidak mencegah kehamilan. Hal tersebut merupakan kesalahpahaman umum.


KB dan Seks Setelah Kehamilan
Jika Anda tidak segera ingin punya bayi lagi, maka Anda harus merencanakan penggunaan KB sebelum melakukan hubungan seksual setelah melahirkan. Ada banyak pilihan KB, tetapi yang penting adalah untuk konsultasikan penggunaan KB dengan dokter Anda sebelum Anda melakukan kembali berhubungan intim. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
  • Jika Anda tidak menyusui, maka Anda harus menunggu setidaknya tiga minggu setelah melahirkan untuk memulai kombinasi jenis pil kontrasepsi. Namun jika Anda menyusui, maka Anda harus menunggu setidaknya enam minggu untuk menghindari menurunnya produksi susu.
  • Anda dapat mengkonsumsi pil yang mengandung progesteron saja setelah melahirkan, bahkan jika Anda sedang menyusui.
  • Hormon-hormon tersebut dapat disalurkan ke bayi selama menyusui. Hal ini umumnya tidak menyakiti bayi Anda, tetapi Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter Anda jika Anda kuatir.
  • Kontrasepsi bentuk lain yang dapat dilakukan agar dapat melakukan hubungan seksual setelah melahirkan adalah kondom, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), dan diafragma. Diafragma harus dipasang dan diatur kembali setelah kehamilan.
Tips untuk Hubungan Intim yang Lebih Baik Setelah Kehamilan
Setelah dokter Anda mengatakan aman untuk berhubungan intim serta Anda dan pasangan Anda siap, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu:
  • Memunculkan keintiman kembali. Hubungan seksual bukanlah satu-satunya cara untuk keintiman seksual. Cobalah untuk berkomunikasi, menghabiskan waktu bersama-sama, dan mencari cara mengekspresikan kasih sayang yang lain sebelum melakukan hubungan seksual.
  • Gunakan pelumas buatan sesuai kebutuhan. Ketidaknyamanan yang dirasakan di awal adalah normal. Kekeringan dan perubahan anatomi vagina tersebut mungkin memerlukan pelumas buatan untuk sementara waktu. Coba gunakan pelumas berbasis air dan bereksperimen dengan posisi seks yang berbeda jika penetrasi masih menyakitkan.
  • Latihan Panggul. Otot-otot yang mengelilingi vagina mungkin membutuhkan bantuan agar dapat kembali ke bentuk semula. Tanyakan ke dokter Anda mengenai teknik latihan kegel panggul.
  • Pengaturan Waktu. Rencanakan untuk melakukan keintiman ketika Anda beristirahat dengan baik dan tidak akan terganggu. Hal ini bisa di pagi hari ketika Anda segar atau selama bayi tidur siang.
  • Jaga diri Anda dengan baik. Melakukan kembali rutinitas normal Anda memerlukan diet yang sehat, olahraga teratur, hidrasi yang baik, dan istirahat yang cukup.
Menjadi orangtua adalah tanggung jawab yang besar dan membutuhkan tenaga yang besar. Tubuh dan pikiran Anda memerlukan waktu untuk pulih setelah kehamilan. Anda perlu mempunyai harapan yang masuk akal dan lakukan sesuai tahapan Anda sendiri. Dengan kesabaran dan perencanaan, hubungan seksual setelah melahirkan bisa menjadi pengalaman yang intim dan menyenangkan lagi.

Berhubungan Seks Saat Hamil? Boleh, Tapi Ini Aturannya!

Bolehkah wanita yang sedang hamil melakukan hubungan seksual? Pertanyaan ini sering menghantui pasangan suami-istri. Bahkan, tak jarang pasangan tak melakukan hubungan seksual selama istri hamil karena rasa takut yang sebetulnya tak beralasan. Kita perlu juga tahu larangan - larangan untuk ibu hamil.

Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. "Tapi, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya," ujar peneliti di bidang reproduksi dan seksualitas manusia ini. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.

Selain tiga bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini.

Memang, lanjut Wimpie lebih jauh, keguguran bisa disebabkan banyak hal. Misal, karena trauma pada perut, penyakit, atau karena hal-hal ringan seperti nutrisi yang kurang bagus. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi akibat kekejangan otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim bisa terjadi karena benturan, misalnya karena jatuh. Di sisi lain, kekejangan otot rahim juga bisa terjadi karena hubungan seksual.

Kok, bisa? "Pada saat wanita mencapai orgasme, terjadi kekejangan pada otot seluruh tubuh, termasuk otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim yang terlalu kuat inilah yang bisa mengakibatkan keguguran. Tak jarang, wanita yang tengah hamil mengalami perdarahan setelah berhubungan badan," jelas Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini.

Lebih jauh dijelaskan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG dari RSPAD Gatot Subroto, "Di dalam pembuluh rahim terdapat pembuluh darah yang masuk ke ari-ari. Pembuluh darah inilah yang menyuplai oksigen ke bayi. Nah, pada saat wanita orgasme, pembuluh darah ini terjepit. Akibatnya, dikhawatirkan suplai oksigen ke bayi akan terhambat." Tapi, lanjutnya, selama kontraksi yang terjadi tak berkepanjangan, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Karena itulah, wanita yang pernah mengalami keguguran juga disarankan untuk lebih hati-hati melakukan hubungan seksual saat hamil. "Bahkan, kalau mungkin dihindari," saran Wimpie.

Yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami-istri ialah hubungan seksual tak bisa dilakukan hanya demi kepentingan salah satu pihak. Entah itu pihak suami maupun pihak istri semata. Dengan begitu, penting bagi pasangan untuk mengatur kapan saat berhubungan seksual. Dengan kata lain, disesuaikan kondisi pasangan.
Saat istri hamil, tentu yang lebih dipikirkan adalah kondisi pihak wanita. Pria harus menyadari, wanita juga memiliki dorongan seksual. Suami juga sebaiknya tahu, saat hamil, wanita merasakan beban. Beban ini bisa mengakibatkan dua hal. Mungkin saja beban itu bisa mengurangi dorongan seksual atau justru malah meningkatkan dorongan seksualnya.

Biasanya, saat hamil muda, sebagian wanita akan kehilangan dorongan seksualnya. Khususnya bagi wanita yang selama hamil muda mengalami efek samping kehamilan, seperti muntah-muntah berlebihan, tak ada nafsu makan atau tekanan darah yang meningkat. Nah, biasanya dalam kondisi seperti itu, dorongan seksual wanita akan terhambat.

Tapi, pada sebagian wanita yang lain, dorongan seksualnya justru meningkat saat usia kehamilan muda. Ini biasanya dialami wanita yang tetap sehat dan tak mengalami efek kehamilan seperti yang dialami sebagian wanita hamil lain.

Selama kondisi mereka sehat, tak mengalami muntah-muntah, nafsu makan baik, dan tekanan darahnya normal, dorongan seks wanita hamil biasanya akan tetap atau bahkan meningkat. Peningkatan dorongan seksual ini terjadi karena aliran darah ke vagina semakin banyak, sehingga wanita merasakan kehangatan di vaginanya.

Berhubungan Badan Ketika Hamil Muda

Seks saat hamil sering menjadi pertanyaan baik suami maupun istri. Mulai dari amankah bercinta jika kehamilan baru trimester pertama, posisi apa yang sebaiknya dipilih dan masih banyak lagi. Berikut ini penjelasan untuk menjawab keraguan tersebut.

Saat kehamilan memasuki trimester pertama banyak wanita mengeluhkan tidak ada gairah untuk bercinta. Keluhan ini terjadi karena pada masa tersebut wanita merasa mudah lelah dan sering mual.

Namun tidak semua wanita merasakan hal tersebut. Perubahan hormon yang terjadi saat hamil bisa juga menyebabkan wanita menjadi lebih bergairah. Sehingga wanita yang mengalami ini gairah bercintanya tetap sama seperti sebelum hamil atau malah bertambah besar.

Bagaimana jika gairah bercinta benar-benar hilang saat Anda hamil muda? langkah terbaik adalah dengan meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan keintiman. Intim tidak selalu harus bercinta. Perasaan cinta dan kasih sayang bisa diekspresikan dengan banyak cara seperti berciuman dan berpelukan. Coba nikmati waktu berduan dengan berjalan-jalan, candle light dinner atau memijat punggung satu sama lain.

Kehilangan gairah bercinta ini sebenarnya juga bukan hanya terjadi pada wanita. Para suami pun bisa merasakannya. Kekhawatiran akan menyakiti bayi atau menyebabkan keguguran dapat membuat pria takut untuk berhubungan seks dengan pasangannya.

Apakah memang benar seks di trimester pertama bisa menyebabkan keguguran
Selama Anda tidak mengalami komplikasi, seks seharusnya bukan hal yang berisiko untuk dilakukan. Yang perlu Anda pahami, janin dilindungi selaput ketuban yang berisi cairan amnion dan plasenta serta otot rahim yang kuat. Sehingga ketika bercinta, hubungan seks tersebut tidak akan menggangu janin.

Tentu saja tidak semua wanita hamil bisa bercinta dengan aman. Ada kondisi-kondisi kehamilan tertentu yang bisa membuat seks menjadi terlarang untuk dilakukan. biasanya tenaga medis akan melarang pasangan untuk bercinta jika Anda:

1. Menderita plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim)
2. Berisiko keguguran
3. Pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
4. Sering kram perut.
5. Plasenta menutupi sebagian leher rahim
6. Bermasalah pada rahim.
7. Membran amnion (selaput ketuban) pecah.

Masih ada kondisi-kondisi lainnya yang biasanya akan disarankan untuk berhenti bercinta. Misalnya saja jika Anda punya sejarah melahirkan spontan pada kehamilan sebelumnya. Ketika hal itu terjadi, biasanya Anda akan disarankan untuk tidak berhubungan seks dulu di trimester kedua atau ketiga hingga minggu ke-37.

Apapun kondisi Anda selama kehamilan, jangan pernah takut atau malu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Kalau dokter menasihati Anda untuk berhenti bercinta, pastikan Anda mendengarkan dengan baik penjelasannya.

Posisi Terbaik untuk Seks di trimester awal
Kondisi seksual pada setiap individu berbeda, begitu pun saat kehamilan. Beberapa wanita, kehamilan justru meningkatkan dorongan seksual dan lainnya tidak. Pria pun memiliki pandangan berbeda pada hubungan seksual ketika pasangannya hamil. Ada yang menganggap bentuk fisik sang istri lebih seksi atau karena temperatur vagina lebih hangat pada masa kehamilan, sehingga lebih memberikan rangsangan seksual lebih erotis pada suami.

Adapun posisi berhubungan intim yang aman dilakukan pada masa kehamilan yaitu :

  • Posisi sendok kembar dimana wanita dan pria tidur pada satu sisi tubuh. Pria berada di belakang wanita dan keduanya menekuk tubuh seperti huruf C.
  • Posisi wanita tidur di salah satu sisi tempat tidur dengan kaki menyentuh lantai. Sedangkan pria berdiri di hadapannya. Pada posisi di sisi tempat  tidur ini, “Mr. Happy” dapat dimasukkan jauh ke dalam namun harus pelan dan hati-hati.
  • Posisi sama sisi, baik dilakukan ketika kehamilan memasuki trimester akhir. Pria dan wanita tidur di sisi masing-masing, saling berhadapan, kaki pria masuk di bawah kaki wanita dan kaki wanita bisa lurus atau ditekuk. “Mr. Happy“dapat dimasukkan dari berbagai sudut.
  • Posisi lainnya, wanita tidur berbaring dan pria berada di salah satu sisi wanita. Pastikan posisi kaki wanita lebih dekat dengan kaki pria. Posisi ini memungkinkan wajah pasangan bisa terlihat  dan lebih romantis.
  • Posisi yang bisa memuaskan Anda pada trimester kehamilan akhir yaitu wanita berada di atas. Posisi ini aman dilakukan asalkan “Mr. Happy” tidak masuk terlalu dalam.
Jika posisi-posisi di atas terasa tidak nyaman, cobalah mencari variasi seks lainnya. Misalnya, oral seks ataupun masturbasi secara bersama-sama. Dalam hal ini, jangan malu untuk menanyakan mengenai masalah hubungan intim kehamilan trimester pertama dan trimester lainnya saat berkunjung ke dokter kandungan.

Mangasah Skill Bercinta sehingga tidak monoton


Seks merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh pasangan suami istri. Dengan berhubungan seks, percaya atau nggak hubungan keintiman kamu dengan pasangan bisa semakin kokoh. Namun, jika kamu dan pasangan bercinta dengan teknik itu-itu saja, hal ini bisa menjadi nightmare bagi hubungan kamu berdua.

Nah, mengingat pentingnya hubungan seksual dalam pernikahan, sebenarnya perlu nggak sih kita meningkatkan kemampuan kita dengan mengasah skill bercinta? Well, don’t be shy to admit it, sure we need it Ladies!
Tanpa skill yang mumpuni, boleh jadi seks tak ubahnya laksana pengguguran kewajiban semata. Lantas, latihan seperti apa dan bagaimana pelaksanaan dari pengasahan skill bercinta kita?

1. Hal pertama yang harus diasah adalah kondisi psikologis

Jangan jadikan seks menjadi kewajiban. Memposisikan seks sebagai kewajiban hanya akan menambah beban psikologis yang tak perlu. Beragam penelitian mengemukakan bahwa banyak faktor pendorong kegagalan suami gagal ereksi, salah satunya adalah beban psikologis saat menjelang berhubungan seksual dengan istri. Beban psikologis tersebut bisa karena pekerjaan, permasalahan di jalanan atau karena merasa berkewajiban untuk menggauli sang istri. Demikian juga dengan pihak istri. Perasaan berkewajiban melayani suami akan membuat istri gagal menikmati hubungan intim mereka. Akibatnya, istri tidak terangsang dan membuat hubungan intim justru menyakitkan.

2. Faktor kedua yang harus dilatih adalah posisi seks

Pada dasarnya, ada posisi tertentu yang bisa membuat cowok lebih tahan lama. Mengingat tingkat kemudahan orgasme cewek yang berbeda (bisa lama, atau bahkan cepat), maka mengenali posisi seks terbaik adalah solusi untuk kedua belah pihak. Cowok harus mampu mengenali posisi seks mereka (posisi penetrasi, posisi kaki istri) sehingga kenikmatan menjadi milik berdua.

3. Jangan malu melihat video seks

Melihat video seks memang sempat dianggap sebagai hal yang tabu. Tentu akan menjadi tabu manakala disaksikan oleh pasangan yang belum menikah. Buat pasangan yang sudah menikah, melihat video seks merupakan cara untuk mendapatkan “ilmu” baru. Di negara barat, banyak dijumpai pasangan suami istri yang bekerja sebagai instruktur seks yang bertugas memberi bimbingan hubungan seksual bagi suami-istri yang ingin memperbaiki kualitas hubungan seks mereka. Mereka tak hanya belajar dari video, akan tetapi bahkan belajar dengan instruktur secara langsung. Artinya, belajar dari video, tentu masih terhitung sebagai sesuatu yang normal.

Tips
Pastikan bahasa tubuh Anda terbuka
Ketika mendapat kesempatan untuk ngobrol dengan cowok ganteng, cobalah untuk nggak gelisah, melihat ke bawah, atau membungkuk. Berdiri lah dengan tegak namun rileks, dan tetap percaya diri. Jika kamu hanya menatap teman kamu, bahasa tubuh kamu mengatakan bahwa kamu berdua nggak ingin diganggu. Sebaiknya, menghadaplah ke arah ruangan untuk memberi kesan kamu berdua juga terbuka pada orang lain.

9 cara “memanaskan diri” untuk bercinta


Tak seperti pria yang lebih mudah terangsang dan “menyala” saat melihat rangsangan visual atau sentuhan, perempuan butuh waktu untuk bersemangat bercinta. Apa saja hal-hal yang bisa membantu wanita “memanaskan diri” sebelum memulai sesi berintim dengan suami? Berikut ini di antaranya:

Kelarkan tugas

“Riset menunjukkan, tak seperti pria, wanita butuh relaksasi sebelum mulai terangsang dan merasakan orgasme. Relaksasi dan ketenangan itu baru bisa terasa ketika bagian penyebab stres dinonaktifkan selama seks,” kata Ian Kerner, PhD, terapis seks dan pendiri Goodinbed.com. Karena itu, selesaikan tugas-tugas Anda untuk menciptakan mental bebas stres yang kondusif untuk bercinta.

Memerhatikan si dia menjadi “ayah”

Menurut Kerner, kebanyakan wanita pernah merasa tertarik dan terstimulasi untuk berhubungan intim terhadap suaminya setelah melihat si suami menghabiskan waktu bersama anak-anaknya sambil bermain atau mengurus si anak. Hal ini cukup masuk akal dari perspektif evolusi. Tahu bahwa si suami adalah ayah yang baik akan memvalidasi dan menstimulasi dorongan reproduksi itu.

Bicara dengan orang asing

Stacey Nelkin, pakar hubungan dan pendiri TheDailyAffair.com mengungkapkan, sedikit rasa cemburu bisa menjadi afrodisiak jika digunakan dalam dosis yang tepat. Cobalah pergi ke sebuah acara yang cukup ramai dan orang-orangnya berdandan dengan penampilan rapi. Anda mungkin akan melihat si dia berbicara dengan wanita lain, dia pun begitu. Tentunya sejak awal dibicarakan sejauh mana batasan untuk bicara dengan lawan jenis, apalagi yang menarik. Setelah melihat si dia bersama orang lain, Anda mungkin akan merasakan sedikit cemburu dan ini akan membuat Anda makin ingin “memiliki” keseluruhannya, termasuk di ranjang.

Dekap erat

Menurut studi, saat Anda memeluk pasangan lebih dari 30 detik, wanita pada khususnya akan memproduksi oksitosin, hormon yang memfasilitasi rasa percaya dan koneksi seksual serta gairah. Saat berdekapan, sisipkan hidung Anda ke lehernya, hirup aroma si dia. Jika Anda menyukai aroma alami kujur si dia, tak lama Anda pun akan mulai merasa ingin berintim dengan si dia.

Berlakukan aturan

Coba buat aturan untuk tak boleh menyentuh area di bawah ikat pinggang selama 20-30 menit pertama saat memulai foreplay. Hal ini membuat Anda berfokus lebih banyak pada sentuhan dan ciuman karena saat ini kebanyakan orang terburu-buru untuk tiba di “menu utama”. Lebih lama berciuman dan menikmati sentuhan sebelum sesi utama akan menciptakan semacam “kebaruan” dan ini akan menghasilkan dopamin, yakni neurotransmitter yang memainkan peran dalam rangsangan seksual.

Bertukar fantasi

Menurut Kerner, otak adalah organ seksual terbesar kita. Anda tak bisa hanya mengandalkan stimulasi fisik dalam seks, Anda juga butuh keuntungan dalam kekuatan mental. Jadi, berbagi fantasi dan gairah dengan suami akan membantu banyak. Malu? Coba mulai cerita dengan mengatakan bahwa Anda pernah bermimpi tentang posisi seks atau disentuh dengan cara tertentu.

Coba 10 menit

Meski Anda sedang tidak mood, berikan kesempatan 10 menit. Menurut Kerner, kebanyakan orang yang merasa bosan akan hubungan seks tidak punya masalah dengan seksnya, dalam arti mereka ingin berhubungan intim, tetapi tidak punya kesempatan saja. Coba lakukan saja dan biarkan tubuh Anda terbiasa dan mulai bersemangat secara alami.

Persona

Adalah hal yang umum untuk terjebak dalam hal sama berulang-ulang pada hubungan seks. Coba lakukan hal yang berbeda. “Kita adalah mahluk visual. Jadi, membeli barang-barang yang berbeda, seperti lingerie baru atau potongan rambut baru, akan menciptakan kebaruan yang segar,” ucap Nelkin. Hanya satu perubahan akan menginspirasi perkembangan di dalam kamar, seperti mengubah posisi atau berbagi fantasi.

Menyenangkan diri

Kebanyakan orang berpikir bahwa masturbasi saat sudah ada dalam sebuah hubungan, berarti berselingkuh atau pasangannya tidak cukup baik dalam memuaskan hasrat seksual. Ini tidak benar. Dalam kadar tepat, masturbasi adalah pelepasan seksual yang sehat dan hal ini bisa membantu “memanaskan” mood sebelum sesi bercinta

Wajarkah berhubungan seks 3 kali sehari?


APAKAH wajar berhubungan seks antara dua hingga tiga kali dalam sehari? Pertanyaan seperti itu sering diajukan oleh orang-orang yang baru saja menikah. Memang, pada awal pernikahan gairah seks seseorang mirip dengan musafir yang menemukan segelas air di padang tandus. Ingin segera dihabiskan saat itu juga.

Ada yang bilang, bahwa dalam pernikahan itu ibarat membuka suatu katup dari gairah seksual. Katup yang tertutup sebelumnya kemudian dibuka, sehingga logis jika gairah seks yang terbendung ini akan menjadi banjir pada tahun-tahun pertama atau bulan-bulan pertama pernikahan.

Gairah seksual yang timbul akan sangat hebat, terus menerus sampai melakukan hubungan seks sampai 3 hingga 4 kali dalam sehari. Hitungan 3 hingga 4 kali sehari itu masih merupakan angka yang kecil, karena sebagian orang melakukannya sampai 10 atau 12 kali dalam sehari semalam, bahkan ada juga yang sampai 20 kali dalam sehari semalam.

Itulah yang kita kenal dengan sebutan berbulan madu setelah menikah. Apalagi banyak orang mengambil cuti setelah menikah. Melakukan bulan madu, mungkin mereka pergi ke tempat yang jauh supaya tidak terganggu. Karena pada saat itu mereka dapat melakukan hubungan seks sesering mungkin tanpa ada gangguan dari lingkungan. Itu suatu proses yang sangat normal. Gairah seks yang sudah tersalurkan akan menjadi normal kembali.

Pada pasangan yang baru menikah, dan tidak ingin segera hamil, sehingga melakukan hubungan seks sesering mungkin tanpa diganggu oleh kehamilan. Silakan menggunakan kontrasepsi pada 3 hingga 6 bulan pertama bila semuanya sudah berjalan dengan normal. Pola hubungan seks pada awal perkawinan yang mula-mula begitu tinggi kemudian makin lama makin dikurangi, merupakan hal yang normal.

Sebenarnya frekuensi hubungan seks yang normal itu sangat relatif, karena sangat banyak sekali faktor yang tersangkut di situ. Pertama, tingkat gairah suami/istri dan yang kedua adalah berapa baiknya kerja sama seksual antara suami dan istri, karena kerja sama seksual yang tidak baik akan menyebabkan kualitas hubungan seks yang kurang baik. Kualitas hubungan seks yang tinggi itu harus membuat seks begitu dinikmati oleh kedua belah pihak. Jadi bukan seperti melakukan masturbasi.

Banyak sekali suami yang melakukan masturbasi dalam perkawinan dengan istri. Contohnya adalah dia melakukan hubungan seks dengan sangat cepat kemudian langsung berbalik badan dan tidur tanpa mempedulikan istrinya. Ini tidak ada bedanya dengan melakukan masturbasi, hanya mementingkan diri sendiri serta tidak memperhatikan istrinya.

Kerja sama yang baik itu juga membutuhkan selera yang sama. Kalau misalnya suami senang melakukan posisi yang aneh-aneh dan istrinya juga senang, maka hal itu bisa dinikmati berdua. Sebaliknya kalau suaminya senang berhubungan sambil berdiri tapi istri menolak karena dia merasa sakit, tentu saja hal ini akan mengurangi gairah dan hubungan seksnya menjadi kurang baik.

Jadi kesimpulannya, frekuensi hubungan seks sangat dipengaruhi oleh kualitas daripada seks itu sendiri. Kalau kualitas hubungan seksnya baik, maka ini akan menyebabkan pasangan suami istri terus menerus menginginkan hubungan tersebut tanpa mempedulikan berapa kali mereka melakukannya dalam sehari.

Berapa Kali Bercinta dalam Seminggu? Inilah Frekuensi Ideal



Berhubungan seks secara rutin bermanfaat untuk kesehatan. Namun jika terlalu sering tentu ada risikonya, sehingga ada frekuensi ideal yang dianjurkan. Lantas adakah risiko jika terlalu jarang atau bahkan tidak pernah berhubungan seks?

Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa hubungan seks bisa meredakan stres sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup. Bahkan beberapa mengklaim, aktivitas tersebut dapat mengurangi risiko berbagai jenis kanker asalkan dilakukan dengan pasangan tetap.

Namun jika dilakukan secara berlebihan, hubungan seks ternyata juga tidak baik untuk kesehatan. Jauh sebelum ada penelitian tentang kaitan antara hubungan seks dengan risiko kanker, ilmu pengobatan di China sudah lebih dulu mengaitkan keduanya.

Teori pengobatan tradisional China mengenal istilah Jing, yakni komponen dalam ginjal yang disebut juga 'getah kehidupan'. Fungsinya adalah menyuplai energi untuk berbagai mekanisme tubuh manusia dalam menjaga kesehatan.

Dikutip dari LosethebackpainJing terbentuk dari sari-sari makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia. Pada pria, kadarnya akan mengalami penurunan setiap kali mencapai orgasme yang disertai ejakulasi.

Jika ejakulasi terjadi terlalu sering maka dampaknya adalah ketidakseimbangan energi yang memicu berbagai gangguan kesehatan. Di antaranya adalah nyeri punggung, radang persendian terutama di lutut, cepat pikun, bahkan impotensi dan gairah seks yang menurun.

Sebuah literatur kuno dari Tiongkok yang berusia 2.000 tahun menyebutkan secara detail berapa kali sebaiknya seorang pria berhubungan seks, atau lebih tepatnya mengalami ejakulasi. Sebab selain melalui hubungan seks, ejakulasi juga bisa dicapai dengan masturbasi dan mimpi basah.

Selengkapnya, frekuensi ideal berhubungan seks berdasarkan usianya adalah sebagai berikut:
Usia (tahun) Frekuensi Optimal Frekuensi Minimal Agar Bermanfaat
20 2x sehari 1x sehari
30 1x sehari tiap 2-3 hari
40 tiap 3 hari tiap 4 hari
50 tiap 5 hari tiap 10 hari
60 tiap 10 hari tiap 20 hari
Lantas apa bahayanya jika terlalu jarang atau bahkan tidak pernah berhubungan seks?

Adanya manfaat hubungan seks bukan berarti ada risiko jika tidak melakukannya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan 30 tahun lalu membuktikan tidak ada peningkatan risiko kanker prostat pada biarawan-biarawan di Nepal dan Italia yang hidup selibat atau tidak menikah.

Dengan asumsi para biarawan lebih jarang mengalami ejakulasi, maka hidup tanpa berhubungan seks tidak akan meningkatkan risiko kanker prostat. Ejakulasi secara rutin mungkin bisa mengurangi risiko, tetapi faktor lain seperti diet dan gaya hidup tentu lebih besar pengaruhnya.

Rabu, 06 November 2013

Etika yang Perlu Anda Perhatikan Saat Bercinta


Anda pasti setuju jika bercinta bukan hanya masalah foreplay, penetrasi, orgasme dan semuanya menjadi beres.

Ada etika dalam bercinta yang mungkin tidak pernah Anda perhatikan namun dapat memberikan kontribusi besar saat Anda bercinta. Sesi bercinta merupakan sebuah bentuk komunikasi antara dua orang yang saling menyayangi. Jika Anda tidak menjaga etika saat bercinta, maka bisa jadi pasangan Anda akan merasa risih dan malas diajak bercinta.
Apa saja etika yang perlu Anda perhatikan saat bercinta?

Jauhkan Hewan Peliharaan

Jika kucing atau anjing peliharaan Anda suka tidur di kamar, kini saatnya Anda mulai membiasakan agar hewan peliharaan tersebut tidur di luar. Ingat, sekarang Anda sudah punya pasangan, lho? Jangan sampai aktivitas bercinta Anda terganggu karena hewan peliharaan yang seliweran di kamar tidur Anda. Apalagi jika pasangan Anda alergi dengan hewan berbulu.

Jaga Kebersihan Organ Genital

Organ genital adalah organ tubuh yang 'paling sibuk' saat bercinta. So, menjaga kebersihan organ genital adalah hal wajib dan tidak boleh ditawar. Menjaga kebersihan tubuh dan organ genital dapat menjaga Anda berdua dari penyakit. Ajak pasangan untuk mandi bersama agar bisa saling membersihkan bagian tubuh yang sulit dibersihkan. Bercinta dengan tubuh yang bersih akan membuat Anda lebih ekspresif dan nyaman mencoba berbagai gaya.

Saling Menghargai Posisi Bercinta

Setiap orang memiliki gaya favorit sendiri dalam bercinta. Begitu pula Anda. Jadi tidak perlu memaksakan gaya Anda sendiri. Bagi waktunya dengan pasangan dan biarkan ia mengeksplorasi gayanya sendiri.

Hindari Diskusi Serius

Ingat, ini adalah momen di mana Anda dan pasangan menenangkan diri dengan bercinta. Jangan mendiskusikan masalah serius yang bisa merusak mood Anda, seperti membicarakan cicilan mobil, rumah atau cucian yang menumpuk dan hal lain yang malah membuat Anda stres.

Membicarakan Orang Lain

Selain tidak membicarakan masalah ekonomi dan cucian yang membuat Anda stres, sebaiknya Anda juga tidak membicarakan aktivitas seks sahabat Anda. Percayalah, tidak ada seorang pun yang bersedia dibanding-bandingkan. Kenyamanan seks tidak diukur dari seberapa hebat orang lain melakukannya, tapi seberapa hebat Anda menghargai pasangan di atas ranjang.

Pura-Pura Orgasme, Sebaiknya TIDAK!

Berpura-pura orgasme sebaiknya jangan dilakukan. Jika pasangan mengetahuinya maka akan menyakiti perasaannya. Terlalu jujur dengan mengatakan Anda tidak mendapatkan orgasme juga bukan cara yang tepat karena bisa membuatnya kecewa. Cara terbaik, katakanlah bahwa malam ini menyenangkan dan Anda mengharapkan malam yang lebih baik lagi di lain waktu.

Tutup dengan AfterPlay

Seperti menikmati hidangan makan malam, belum lengkap rasanya jika acara bercinta tidak ditutup dengan dessert atau yang biasa disebut afterplay. Meski hanya sentuhan, rabaan, dan pelukan, aktivitas ini dapat memperkuat hubungan emosional Anda dan pasangan. Pasangan pun akan merasa dihargai karena setelah beres bercinta Anda tidak meninggalkannya begitu saja.

Selasa, 05 November 2013

Berikut Sisi Positif dan Negatif Nonton Film Porno Sebelum Bercinta




Seperti yang kita tahu bahwa film porno akan memberikan kenikmatan khusus bagi orang yang menyukainya. Tidak heran apabila pria menggunakan film porno untuk ”tontonan wajib” sebelum bercinta dimulai. Tetapi ada waktunya, pornografi dapat memberikan efek yang sangat buruk dalam hubungan percintaan anda.

Ada seorang psikiater terkenal, Mark Goulston MD yang menjelaskan ada suami istri yang sudah mengikat sebuah tali pernikahan dan mereka bisa memanfaatkan pornografi dalam bentuk batas yang cukup wajar. Tetapi akan sangat lebih bagus apabila pornografi tersebut digunakan untuk melengkapi hubungan anda dan pasangan, bukan untuk menggantikan seks secara nyata antara anda berdua.

Di sisi lain, Goulston juga mengatakan, setiap pasangan suami istri ada baiknya untuk behati-hati apabila pornografi sudah mendatangkan suatu masalah. Pengaruh pornografi akan menjadi sebuah malapetaka dalam hubungan percintaan, apabila sudah merusak keintiman anda berdua.

Kelebihan penggunaan pornografi yang masih dianggap sehat:
Pornografi dapat digunakan untuk menghilangkan sebuah tekanan dari pekerjaan dan dapat membawa anda kembali mendapatkan gairah untuk kembali konsentrasi dan bersemangat.

Kadang-kadang para kaum adam menginginkan adanya perubahan suasana yang ia rasakan. Dia juga akan merasa bersalah ketika berhubungan intim seperti yang ada di film porno. Sebab dia sangat mencintai Anda dan tidak ingin melakukan hal-hal yang dapat menyakiti hati Anda seperti jika melakukan adegan tertentu.

Pasangan anda menyukai  kehidupan dan pengalaman seksual yang dialami oleh dirinya sendiri tanpa anda. Tanpa anda disini adalah melakukan masturbasi contohnya adanya fantasinya, sebab pasangan juga memiliki kehidupan seksual sendiri.

Ada waktunya laki-laki juga terdapat dorongan gairah seksual yang juga membumbung tinggi dan ini dapat memberikan kepuasan tanpa mengganggu Anda.

Perlu diperhatikan bila hal-hal berbau porno berubah menjadi masalah pada saat:
Pasangan anda sudah terasa mengabaikan anda. Bahkan, dia akan berpikir bahwa lebih baik menonton film porno daripada ia memilih untuk berselingkuh.

Sebenarnya, jika pasangan anda mengumpulkan dan menonton film porno, waspadalah bahwa ini menunjukkan bahwa ia merasa tidak bahagia dengan hubungan kalian.

Ada kemungkinan anda memiliki keragu-raguan untuk memuaskan Anda pada saat berhubungan intim, sehingga ia mengimbanginya dengan cara menjadi orang lain seperti halnya seseorang yang ada di video porno tersebut.

Pasangan anda hanya mementingkan dirinya sendiri, sedangkan anda tidak dipedulikan lagi.
Ada kemungkinan pasangan anda kedapatan sebuah masalah serius kecanduan film dan video porno.