Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

40 Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri




1. menghayati fungsi suami terhadap istri
2. memberikan nafkah
3. memenuhi persyaratan istri atau keluarganya
4. menyediakan rumah
5. melunasi hutang mahar
6. berhias diri untuk menyenangkan istri
7. mengurus anak-anak istri
8. memenuhi kebutuhan seksual istri dengan baik
9. tidak menyenggamai istri saat haid
10. memperlakukan istri dengan sopan dan hormat
11. menasehati istri dan membina akhlak istri
12. mendahulukan kepentingan istri daripada kepentingan orang lain
13. menyuruh istri sholat
14. menyuruh istri berjilbab
15. menjauhkan istri dari perbuatan dosa
16. meringankan beban kerja istri
17. memaafkan kekurangan istri
18. menggilir istri dengan adil bila berpoligami
19. menghukum istri bila berbuat duharka
20. mengajak dan mendorong istri melakukan ibadah dan syiar islam
21. segera pulang bila selesai urusan di luar
22. mengambil penengah jika ada perselisihan dengan istri
23. memberikan pesangon kepada bekas istri selama iddah
24. segera menemui istri, kalau tertarik kepada wanita lain
25. tidak menyakiti dan mengusir istri
26. tidak menjadikan istri sebagai pemimpin rumaha tangga
27. tidak membangunkan istri bila pulang tengah malam
28. tidak membawa istri ke pemandian umum
29. tidak bersumpah menjauhi istri untuk selama-lamanya
30. tidak mendhihar istri (menganggap istri sebagai ibunya)
31. tidak menuduh istri berzina tanpa bukti secara sah secara islam
32. tidak menarik kembali mahar dari istri
33. tidak memadu istri dengan saudarinya atau bibinya
34. tidak menempatkan istri serumah dengan ipar laki-laki
35. tidak menyenangkan hati istri dengan melanggar agama
36. tidak sewenang-wenang

menceraikan istri
37. tidak menghalangi istri minta cerai, bila alasannya sah
38. mengantarkan istri pergi haji
39. tidak menceritakan hubungan suami istri kepada orang lain
40. rela atas kematian istri

Sumber : Drs. M. Thalib. 1995. 40 Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri. Bandung : Irsyad Baitus Salam

Suami Hebat Karena Istri Hebat

Thomas Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antarnegara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.
Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, “Asyik sekali mengobrol denganmu.”
Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun.
“Astaga, untung kau ketemu aku,” Wheeler menyombong. “Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama.”
“Sayangku,” jawab istrinya, “Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin.” (The Best Of Bits & Pieces, satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup For The Couple’s Soul)
****************
Kisah di atas memberikan satu hikmah kepada kita bahwa banyak manusia yang menjadi manusia sukses karena dukungan dari wanita yang menjadi istrinya, dan sebaliknya, tidak sedikit juga lelaki yang jatuh dan hancur oleh karena wanita yang dinikahinya.

Sungguh, pernikahan adalah upaya penyatuan dua kekuatan yang jika kita berhasil melakukannya maka keberhasilan pun akan kita raih, meski harus terlebih dulu –dan juga memakan waktu yang tidak sebentar- melewati berbagai halangan menghadang. Setiap debu berkali-kali menerpa bening mata kita sehingga membuat suram jalan terbentang di hadapan, ombak yang tak jarang dengan tiba-tiba menerjang mahligai rumah tangga, badai dan angin yang meliuk-liuk mengintai dan siap menghantam kokohnya bangunan cinta yang tersusun indah dalam bingkai perkawinan. Sungguh, jika bukan karena keberhasilan memadukan dua kekuatan yang dimiliki kedua insan pasangan suami istri, mungkin pernikahan hanyalah tinggal cerita.
Dan satu tonggak kokoh yang membuat kaki-kaki ini tetap berdiri melangkah bersama menyusuri perjalanan berumah tangga selama sekian puluh, bahkan sekian ratus tahun hingga Allah menetapkan kehendaknya, adalah rasa syukur dan penerimaan yang tulus terhadap sebuah hati dan jiwa yang Allah berikan untuk dipasangkan dengan kita. Sebuah qalbu indah yang begitu ikhlas menjalin kebersamaan melakukan semuanya berdua dengan kita sehingga bersamaan dengan itu, Allah pun menurunkan ketenangan, kebahagiaan dan kasih sayang (sakinah, mawaddah dan rahmah) menyertai dua hati yang menyatu itu.

Cinta, saling percaya, pengorbanan, dan berbagai tonggak lainnya seolah menjadikan biduk rumah tangga sepasang suami istri akan tetap oleng diterjang badai jika tak memiliki tonggak yang satu ini. Oleh karena itu percayalah, apapun yang kita dapatkan, kita miliki, segala keberhasilan, kesuksesan dan segala yang menjadi kebanggaan kita saat ini, bukanlah semata upaya diri sendiri. Bukankah seharusnya kita bersyukur karena Allah telah menganugerahkan sebuah jiwa yang juga begitu kuat mendorong kita dari dalam rumah, dari pembaringan dalam kamar tidur, dari meja makan, untuk bisa menjulang ke atas.

Jika pun kesuksesan itu teraih semasa sebelum kita menikah, bukankah pula seharusnya kita bersyukur karena Allah telah menghadirkan satu hati suci untuk hidup berdampingan dengan kita bukan karena ketampanan, atau kegemilangan kita. Sehingga kemudian, hatinya tidak sombong, juga tidak kikir dan bakhil. Kekasih hati yang seperti ini jugalah yang tetap menjaga hati kita untuk melihat ke bawah dan mengulurkan tangan kepada yang lemah. Bersyukur pulalah, karena hatinya yang begitu bersih –yang Allah berikan untuk kita- tidak membuat kita lupa diri yang bisa-bisa menghancurkan dan membuat kita terjatuh dari puncak kejayaan. Dia senantiasa mengingatkan kita ketika khilaf mulai terobsesi dengan kepuasan dunia, dia yang juga menarik kaki ini dari lingkar batas-batas jurang keserakahan harta, dan dengan sekuat tenaganya yang lemah, dia juga berusaha menahan tubuh kita yang terkadang tanpa disadari sudah berada di pintu kesombongan, sehingga kita pun terluput dari murka Allah.

Sungguhpun ada sebagian pasangan yang harus menjalani rumah tangganya di atas lembar-lembar kekurangan, kesederhanaan dan jalinan keprihatinan. Tetaplah bersyukur karena Allah masih memberikan satu harta yang tak ternilai harganya, yakni satu mutiara yang tetap berdiri merapat dengan ikhlasnya menjalani kekurangan, kesederhanaan dan keprihatinan bersama kita. Jiwa yang begitu kuat untuk tidak tergoda dan iri dengan kegemerlapan tetangganya, bahkan terkadang ia lebih kuat dari kita sendiri, sehingga pancaran kekuatannya itulah yang membantu kita tetap berdiri. Semakin prihatin dan sulitnya kita mengarungi hidup, semakin merapat tubuhnya kepada kita. Sungguh, jangan pernah mengira bahwa kesengsaraan anda hanyalah karena anda menikah dengannya.

Adakah yang pernah menyesali pernikahan? Mungkin terlalu pahit untuk menerima kenyataan rumah tangga yang tidak terdapat didalamnya kebahagiaan, ketenangan dan kasih sayang. Kegetiran sekejap melanda batin ini tatkala biduk cinta yang dibangun tak sekuat yang direncanakan, bahwa hempasan ombak yang menerjang tak sebesar yang dibayangkan, sehingga kita pun tidak siap menerima setiap cobaan, sehingga tidak sedikit rajutan kasih sayang yang terurai berserakan. Namun, bukankah pula dari balik semua itu, Allah memberikan kita hikmah yang begitu mendalam, bahwa ada manusia yang menjadi baik dengan anugerah kebaikan dan ada manusia yang diuji kebaikannya dengan kepahitan dan kegetiran agar ia tetap menjadi baik. Selain itu, Allah yang Maha Adil dan Maha Kasih juga sudah memberi anda pelajaran tentang makna hidup lebih dari orang lain yang tidak pernah mengalami kegagalan, meski tidak jarang manusia tidak mau menerima kenyataan itu. Wallahu a’lam bishshowaab

Kamis, 28 November 2013

SUAMI: Semua Uang Adalah Milik Istri, Setuju?


Uang adalah hal sensitif yang bisa menghancurkan banyak orang dan sebuah pernikahan. Bagaimana cara Anda dan suami mengelola uang bersama? Setujukah Anda jika seluruh penghasilan suami diberikan pada Anda?

Suami Wajib Memberi Nafkah, Istri Yang Mengelola

Di Indonesia, mayoritas keluarga melakukan pengelolaan uang keluarga seperti ini: Suami mencari nafkah, nafkah tersebut diberikan pada istri (sebagian atau seluruhnya), istri yang mengelola uang tersebut untuk memenuhi semua unsur keuangan dalam rumah tangga, mulai dari membayar rekening, asuransi, belanja bulanan, membayar uang sekolah anak dan lain sebagainya. Istilah yang sering kita dengar: istri itu Menteri Keuangannya rumah tangga. Inilah pola yang paling banyak dibentuk keluarga Indonesia

Uang Suami Adalah Uang Saya..

Seorang suami adalah kepala rumah tangga dan wajib memberikan nafkah yang baik kepada istri dan anak-anaknya. Masalah yang sering muncul setelah pernikahan adalah keinginan istri untuk mengelola semua penghasilan yang diberikan suaminya, istilah kerennya, SUAMI: Semua Uang Adalah Milik Istri. Banyak wanita yang berharap bahkan memaksa agar semua penghasilan sang suami jatuh ke tangan sang istri. Padahal, tidak semua pria mau memberikan seluruh penghasilannya pada sang istri.

Inilah pendapat sahabat kami Tommy yang telah menikah, "Tentu saja saya memberikan nafkah yang cukup dan baik untuk istri dan anak-anak, itu kewajiban saya. Saya percayakan nafkah itu untuk dikelola istri saya, dia lebih jago mengelola uang keluarga. Tapi.. saya juga punya tabungan pribadi di luar tabungan keluarga, tentu saja dengan persetujuan istri, karena ada beberapa hal yang ingin saya wujudkan dengan tabungan pribadi tersebut,"

Suami Boleh Memiliki Tabungan Pribadi, Anda Juga

Sebagai pemberi nafkah, tidak ada keharusan bahwa suami harus memberikan seluruh penghasilannya pada istri. Hanya saja, dibutuhkan kebijaksanaan suami untuk memberikan jumlah yang sesuai dan layak untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya, yang sesuai dengan kemampuan suami. Di satu sisi, boleh-boleh saja jika suami Anda memiliki tabungan pribadi, Anda juga boleh memiliki tabungan pribadi. Tabungan pribadi adalah tabungan suami atau istri di luar tabungan keluarga. Tabungan keluarga adalah tabungan yang dibentuk untuk membangun masa depan bersama, masa depan anak-anak dan masa tua di kemudian hari.

Inilah cerita sahabat kami Mahadewi, "Suami saya selalu memberikan nafkah yang cukup untuk keluarga kami. Saya juga selalu memberikan sebagian pendapatan saya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Saya dan suami membangun tabungan bersama untuk memenuhi kebutuhan keluarga, untuk membangun rumah dan masa depan anak. Jujur, suami tidak memberikan semua penghasilannya kepada saya. Buat saya, selama nafkah yang diberikan suami cukup untuk semua kebutuhan keluarga, tidak masalah. Saya dan suami memiliki tabungan pribadi dari penghasilan masing-masing, tetapi tentu saja, tabungan keluarga dan tabungan untuk pendidikan anak-anak tetap menjadi prioritas utama kami,"

Selalu kelola keuangan keluarga dengan terbuka bersama suami, efisien dan bijaksana.

Apakah Anda setuju dengan SUAMI: Semua Uang Adalah Milik Istri?

Senin, 25 November 2013

Penjelasan Mengenai Talak 1, 2, dan 3



Talak adalah pernyataan atau sikap atau perbuatan untuk melepaskan ikatan pernikahan. Bisa juga dikatakan sebagai putusnya hubungan perkawinan antara suami dan istri dalam waktu tertentu atau selamanya.
Talak pada umumnya dilakukan oleh suami, meski bahwa talak juga bisa diajukan oleh pihak istri.

Apabila talak dilakukan oleh suami, maka ada beberapa jenis talak:

- Talak sunni, yakni perceraian yang dilakukan oleh suami yang mengucapkan cerai talak kepada isterinya yang masih suci dan belum disetubuhinya (sang istri beradaa dalam keadaan suci).

- Talak bid’i, suami mengucapkan talak kepada isterinya ketika sang istri dalam keadaan haid atau berada dalam kondisi suci tapi sang istri sudah disetubuhi (berhubungan intim).

- Talak raj’i, yakni perceraian ketika suami mengucapkan talak satu atau talak dua kepada isterinya. Suami boleh rujuk kembali ke isterinya ketika masih dalam iddah. Jika waktu iddah telah habis, maka suami tidak dibenarkan melakukan rujuk dengan istrinya kecuali dengan melakukan akad nikah baru.

- Talak bain, perceraian pada saat suami mengucapkan atau melafazkan talak tiga (atau ketiga) kepada isterinya. Isterinya tidak boleh diajak rujuk kembali kecuali setelah isterinya menikah dengan lelaki lain, suami barunya menyetubuhinya, setelah diceraikan suami barunya dan telah habis iddah dengan suami barunya.

- Talak taklik, yakni suami yang menceraikan isterinya dengan sesuatu sebab atau syarat. Apabila syarat atau sebab itu dilakukan atau berlaku, maka terjadilah penceraian atau talak.

Dari penjelasan di atas, maka jelaslah bahwa talak 1 dan talak 2 adalah talak (cerai) yang memungkinkan si suami untuk kembali rujuk (termasuk mengajak berhubungan intim) dengan istrinya selama masa iddah. Dari penjelasan di atas, maka talak 1 dan talak 2 masuk dalam kategori talak raj’i. Sementara jika seorang suami menyatakan talak 3 kepada istrinya, maka dia tidak boleh rujuk kecuali syarat yang telah disebut di talak bain di atas.

Lalu, apakah talak itu bersifat akumulatif? Maksudnya, jika si suami menyatakan talak 1 kemudian masa iddah si istri habis, maka otomatis langsung talak 2? Terus terang, saya tidak belum pernah menemukan dalil yg mendukung hal ini. Berdasarkan apa yg saya pelajari dan ketahui, talak 2 terjadi apabila suami telah rujuk dengan istri usai talak 1.

Jadi, misalkan suami A dan istri B menikah. Lalu A mentalak B. Ini disebut talak 1. Setelah 4 bulan, mereka rujuk. Lalu karena satu dan lain hal, A kembali mentalak B. Nah, ini disebut talak 2. Meski telah talak 2, A masih boleh rujuk dengan B. Namun jika A kembali mentalak B, yg otomatis menjadikan talak 3 telah jatuh, maka A tidak boleh rujuk lagi dengan B, kecuali B menikah dahulu dengan X, berhubungan intim, lalu si X mentalaknya (minimal talak 1), serta sudah habis masa iddahnya.

Barangkali ada yg bertanya,apakah boleh sekali talak langsung talak 3?

Pernyataan talak yang langsung talak 3 ini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Namun, jika merujuk pada ayat “Talak (yang dapat dirujuki) dua kali.” (Al Baqarah(2):229), banyak ulama yg berpendapat bahwa talak 3 hanya bisa dilakukan setelah 2 kali talak dan 2 kali rujuk.

Meski demikian, ada yg berpendapat boleh dilakukan talak langsung talak 3 dengan merujuk pada hadits berikut ini:

“Di masa Rasulullah SAW, Abu Bakr, lalu dua tahun di masa khilafah ‘Umar muncul ucapan talak tiga dalam sekali ucap. ‘Umar pun berkata, “Manusia sekarang ini sungguh tergesa-gesa dalam mengucapkan talak tidak sesuai dengan aturan Islam yang dulu pernah berlaku, yaitu talak itu masih ada kesempatan untuk rujuk. Karena ketergesa-gesaan ini, aku berharap bisa mensahkan talak tiga sekali ucap.” Akhirnya ‘Umar pun mensahkan talak tiga sekali ucap dianggap telah jatuh tiga kali talak.” (HR Muslim no 1472)

Merujuk pada hadits di atas, boleh2 saja seorang suami langsung menjatuhkan talak 3 sekaligus. Namun, seperti yg Umar katakan, bahwa perbuatan langsung talak 3 sebenarnya hal yg tergesa-gesa dan tidak sesuai dengan aturan Islam yg dulu pernah berlaku, yakni jatuhnya 2 kali talak dan 2 kali rujuk.

Karena jika seorang suami telah mentalak 3 istrinya, lalu di kemudian hari menyesal dan ingin rujuk, maka seperti penjelasan2 di atas, TIDAK DIPERBOLEHKAN RUJUK kecuali si istri telah menikah dengan orang lain, disetubuhi suami barunya, dan diceraikan (ditalak). Itu berarti mesti dilakukan akad nikah baru. Apabila si suami memaksa rujuk dan berhubungan intim, maka hal tersebut dilarang dan hubungan intimnya bisa dikategorikan sebagai zina karena dilakukan oleh pasangan yg tidak resmi (dikarenakan telah terjadi talak 3).

Silakan merujuk pada ayat.“Kemudian jika si suami menlalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.” (Al Baqarah(2):230)

Namun, seorang istri yang telah ditalak 3 tidak boleh melakukan pernikahan dan persetubuhan serta perceraian ‘pura2′ hanya agar bisa kembali ke suami sebelumnya. Hal ini juga dilarang! Pernikahan seperti ini disebut pernikahan muhalil

Suami Istri, Jadilah seperti Mur dan Baut


Rata-rata dari kita, pada saat awal mencari pasangan adalah mencari calon yang mempunyai kesamaan dengan kita, karena menganggap bahwa dengan kita banyak pasangan maka akan nyambung, akan mudah komunikasinya, mensinergikan mudah. Tapi setelah mengalami pernikahan yang memasuki tahun ke 6 ini, ternyata pendapat itu salah. Setelah cari-cari literatur, ga ada yang merasa cocok, tiba-tiba ada kawan yang sms mengajak training “MENATA HATI”, tanpa pikir panjang, langsung jawab ikut dan alhamdulillah hasilnya luar biasa.

Seorang suami istri ternyata memang ditakdirkan mempunyai sifat yang sangat ekstrem bertolak belakang, pengertian mur dan baut bukan berarti menggambarkan kelamin suami dan istri, tapi makna yang terkandung dari pengertian mur dan baut yang sangat mendalam.

Coba bayangkan, kl kita posisi seperti mur mencari mur, maka yang terjadi adalah “jeruk makan jeruk” maka harus ada baut. Dan baut pasti ada ukurannya masing-masing, Satu mur tidak akan bisa terpasang untuk baut yang tidak seukuran, demikian juga hidup kita, kita oleh ALLAH sudah dipasang-pasangkan. Sebagai contoh apabila laki-lakinya pandai cari duit, biasanya istrinya juga sangat cepat menghabiskan uang (bisa karena gaya hidup, bisa aktif di kegiatan sosial (positif)), suami cenderung ga bisa mengelola uang, kalau ada uang untuk traktir temen maka istri biasanya dapat yang sangat ketat dengan uang, sangat berhitung. Kalau suami pendiam, biasanya istrinya cerewetnya minta ampun. Karena konsep pasangan adalah saling melengkapi, saling mengisi dan menyeimbangkan. Jadi Allah memberi jodoh kita tidak keliru.Dengan perbedaan-perbedaan yang ekstrem tersebut, maka namanya keluarga pasti banyak beda pendapat, yang bisa mengarah kepada keributan rumah tangga.

Dengan kita sudah memahami arti perbedaan untuk saling melengkapi dan mengisi antara suami dan istri tersebut, maka kunci berikutnya adalah:

1. Pahami pasangan kita
pahami kemauan pasangan kita, beri pujian atas apa yang sudah dilakukan oleh pasangan kita, sekecil apapun karya pasangan kita, kalau diberi pujian, maka pasangan kita akan merasa senang, akan merasa dihargai dan dia akan memberi lebih dari yang kita bayangkan.

2. Maklumi pasangan kita
Kita harus maklum terhadap apa yang dilakukan oleh pasangan kita, walau banyak hal yang sangat tidak berkenan menurut kita, tapi pasangan kita pasti punya pertimbangan yang terbaik untuk kita. Pasangan kita tidak akan menjerumuskan kita ke kehancuran. Jadi maklumi pasangan kita apabila melakukan sesuatu. Kalau sangat prinsipil, puji dulu baru arahkan sesuai kemauan kita, jangan mengarahkan secara frontal, itu malah akan kontra produktif.

3. Ridho
Ridho terhadap sesuatu yang dikerjakan oleh pasangan kita. Karena dengan ridho istri/suami ada energi doa yang terpancar, ada ketenangan dalam melakukan kerjaan. Dan ALLAH memberi rizqi pada orang-orang yang tenang. dan ketenangan batin ini salah satunya didapat dari ridho pasangan kita.

Semoga dengan kita memahami bahwa kita diciptakan saling melengkapi, diciptakan dengan perbedaan yang ekstrem, dengan kita memahami kemauan pasangan kita, kita memaklumi pasangan kita, dan meridhoi apa yang sudah dilakukan pasangan kita, Insya Allah akan terwujud keluarga sakinah, mawadah dan warahmah. Aamiin.

Jumat, 22 November 2013

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTERI


A.    PENDAHULUAN
Usrah (Rumah tangga ) adalah bentuk yang terkecil dari susunan masyarakat manusia yang terdiri dari suami,isteri dan anak.dari kelompok rumah tangga terjadilah kampung atau dusun.telah diketahui dan diakui oleh ahli ilmu masyarakat bahwa pengaruh rumah tangga dalam penyusunan masyarakat dan Negara adalah amat penting.rumah tangga bagi Negara adalah seumpama bibit yang sehat dan kuat terciptalah pohon yang rimbun dan lebat.
Seorang sarjana sosiologi menerangkan dan menggambarkan rumah tangga itu sebagai berikut ;
Rumah tangga adalah markas atau pusat dari mana denyut-denyut pergaulan hidup itu menggetar.dia susunan yang dapat mengekalkan keturunan.sebenarnya rumah tangga itu adalah alam pergaulan manusia yang sudah diperkecil.bukankah dirumah tangga itu lahir dan tumbuh apa yang disebut kekuasaan,agama,pendidikan,hukum dan perusahaan.
Oleh katrena itu,islam memberi perhatian besar terhadap persoalan rumah tangga.Salah satunya dengan menetapkan pedoman hidup berumah tangga yang diharapakan mampu menjaga kestabilan hubungan antar suami dan isteri agar tercipta keselamatan dan kebahagiaan rumah tangga.karena rumah tangga adalah bangunan yang berdiri tegak diatas perserikatan suami dan istri.maka,ada kewajiaban dan hak yang musti ditunaikan oleh kedua belah pihak agar kestabilan kehidupan berkeluarga,bermasyarakat dan bernegara tersebut dapat terwujud.
B.     PEMBAHASAN
Pengertian Kewajiban dan Hak
Membicarakan kewajiban dan hak suami istri,terlebih dahulu kita membicarakan apa yang dimaksud dengan kewajiaban dan apa yang dimaksud dengan hak.adalah Drs.H.Sidi Nazar Bakry dalam buku karangannya yaitu Kunci Keutuhan Rumah Tangga Yang Sakinah mendefinisikan kewajiban dengan sesuatu yang harus dipenuhi dan dilaksanakan dengan baik.Sedangkan hak adalah sesuatu yang harus diterima.
Lantas,pada pengertian diatas jelas membutuhkan subyek dan obyeknya.Maka disandingkan dengan kata kewajiban dan hak tersebut,dengan kata suami dan istri,memperjelas bahwa kewajiban suami adalah sesuatu yang harus suami laksanakan dan penuhi untuk istrinya.Sedangkan kewajiaban istri adalah sesuatu yang harus istri laksanan dan lakukan untuk suaminya.Begitu juga dengan pengertian hak suami adalah,sesuatu yang harus diterima suami dari isterinya.Sedangkan hak isteri adalah sesuatu yang harus diterima isteri dari suaminya.Dengan demikian kewajiban yang dilakukan oleh suami merupakan upaya untuk memenuhi hak isteri.demikian juga kewajiban yang dilakukan istri merupakan upaya untuk memenuhi hak suami,sebagaiman yang Rosulullah SAW jelasakan :
اﻻ إن ﻟﮝﻢ ﻋﻠﻰ ﻧﺴﺎﺋﮝﻢ ﺣﻗﺎ ﻮﻟﻨﺴﺎﺋﮝﻢ ﻋﻠﻴﮑﻢ ﺣﻗﺎ
Yang artinya: ‘’ Ketahuilah sesungguhnya kalian mempunyai hak yang harus (wajib) ditunaikan oleh istri kalian,dan kalian pun memiliki hak yang harus (wajib) kalian tunaikan’’.
(Hasan: Shahih ibnu Majah no.1501.Tirmidzi II:315 no:1173 dan ibnu Majah I:594 no:1851)
Begitulah kehidupan berumah tangga,Mebutuhkan timbal balik yang searah dan sejalan.Rasa salaing membutuhkan,memenuhi dan melengkapi kekurangan satu dengan yang lainnya.tanpa adanya pemenuhan kewajiban dan hak kedunya,maka keharmonisan dan keserasian dalam berumah tangga akan goncang berujung pada percekcokan dan perselisihan.
1.      Hak Bersama Suami dan Istri
a.       Saling memegang amanah diantara keduanya dan tidak boleh saling mengkhianati. manakala salah satu tidak memegang amanh maka akan terjadi kegoncangan dalam rumah tangga tersebut.
b.      Saling mengikat(menjalin) kasih saying diantara kedua pasutri untuk menjamin keluarga mawaddah warahmah.
c.       Mendapatkan pergaulan dengan baik(ma’ruf) diantara kedua pasangan suami istri.
d.      Mendapatkan pergaulan(hubungan seksual) yang baik diatas keinginan kedua belah pihak.
e.       Mempunyai (nasab) anak keturunan yang baik dan jelas dari hubungan yang telah dihalalkan.
2.      Kewajiban Suami atas isteri.
a.       Mempergauli istri dengan baik,artinya pergaulilah secara adil baik dalam mendapatkan giliran jika polygamy,memberi perbelanjaan dan berperangai baik dalam ucapan dan tindakan.
b.      Memberi makan,pakaian,jangan menampar wajahnya,menjelek-jelekkan,dan jangan membiarkan(memisahkan) kecuali dalam tempat tidur.
c.        Memberikan nafkah sesuai dengan kesanggupannya
ما انفق الرجل في بيته واهله وولده وخدمه فهو له صدقة (رواه الطبراني)
Artinya : “ Tidaklah menafkahkan seorang laki-laki(suami)kepada rumah tangganya dan keluarganya dan anak-anaknya dan pembantunya,hal itu merupakan sedekah baginya.” (H.R.Thabrani)
d.      Memberi pengajaran atau wasiat-wasiat yang baik kepada istrinya.
e.       Memberikan pendidikan yang baik,kendati sang istri seorang terpelajar.
يا ايها الدين امنوا قوا انفسلكم واهليكم نا را (التحرم. ٦.٦٦ )
Artinya : “ Wahai orang-orang yang beriman.Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksaan neraka.” (Q.S At-Tahrim/ 66 :6).
f.       Menjaga kehormatan keluarga
3.      Hak-hak Suami atas istri
a.       Isteri melaksanakan kewajibannya dengan baik sesuai ajaran agama seperti mendidik anak, menjalankan urusan rumah tangga, dan sebagainya.
b.      Mendapatkan pelayanan lahir batin dari istri.
c.       Menjadi kepala keluarga memimpin keluarga.
4.      Kewajiban Istri atas suami
a.       Menyenangkan pandangan dan hati suami.
b.      Mentaati perintah dan menghormati suami dalam batasan wajar.
c.       Menjaga harta dan kemaluannya ketika suami pergi.
d.      Mendidik dan memelihara anak dengan baik dan penuh tanggung jawab.
e.       Menjaga kehormatan keluarga.
f.       Mengatur dan mengurusi rumah tangga keluarga demi kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga.
5.      Hak-hak Istri atas suami.
a.        Mendapatkan nafkah batin dan nafkah lahir dari suami.
b.      Menerima maskawin dari suami ketika menikah.
c.       Diperlakukan secara manusiawi dan baik oleh suami tanpa kekerasan dalam rumah tangga / kdrt.
d.       Mendapat penjagaan, perlindungan dan perhatian suami agar terhindar dari hal-hal buruk.
e.       Mendapatkan pergaulan yang baik dan adil dari suami.
C.    Dalil-dalil tentang Hak dan Kewajiban Suami Istri.
1. Q.S: ar-Rum ayat 21.
وﻣﻦ اﻳﺎﺗﻪ انﺧﻠﻖ ﻟﮑﻢ ﻣﻦ اﻧﻔﺴﮑﻢ ازواﺟﭑ ﻟﭡﺴﮑﻨﯡا اﻟﯿﻬﺎ ﯡﺟﻌﻞ ﺑﯿﯿﻧﻜﻢ ﻣﯡدة ﻮرﺣﻤﺔ
(اﻟﺮﻮم؛١٢ )
Artinya : ”dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya,ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih saying. (Q.S.ar-Rum :21)
2. Q.S : al-Baqarah.ayat 228.
ﻮﻟﻠﺮﺟﺎل ﻋﻠﻴﻬﻦ درﺟﺔ
اﻠﺒﭱﺮة:٨٢٢))
Artinya: ”Akan tetapi para suami mempunyai tingkatan satu kelebihan daripada istrinya”. (Q.S.al-Baqarah:228.)
3. Q.S.An-Nisa’ ayat 34
١ﻠﺮﺠﺎ ﻞ ﻗﻮ١ﻤﻮ١ﻦﻋﻠﯥ١ﻠﻨﺳﺎﺀ ﺑﻤﺎ ﻓﺿﻞ١ﻠﻟﮫ ﺒﻌﻀﻬﻡ ﻋﻟﻰ ﺑﻌﺾ ﻭﺑﻤﺎ١ﻨﻔﻘﻮ١ﻤﻦ١ﻤﻮ١ﻠﻬﻢ ﻔﺎﻠﺼﺎﻠﺤﺎﺖ
ﻗﺎﻨﺘﺎﺖ ﺤﺎﻔﻇﺎﺖ ﻠﻟﻐﻴﺐ ﺒﻤﺎ ﺤﻔﻈﺍﻠﻟﻪ (ﺍﻠﻨﺴﺎ٤٣٫
Artinya : “ kaum laki-laki adalah pemeimpin bagi kaum perempuanoleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka(laiki-laki) atas sebagian yang yang lain(perempuandan Karena mereka(laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta benda mereka.Sebab itu maka wanita yang solehah adalahyang taat kepada Alllah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara(mereka)”. (Q..S.an_Nisa’34)
4. Q.s. an-Nisa’ ayat 19
ﻮﻋﺎﺸﺮﻮ١ﻫﻦ ﺒﺎﻠﻤﻌﺮﻮﻒ
Artinya : “ dan bergaulah dengan mereka dengan cara yang ma’ruf”
( Q.S.an-Nisa’ :19 )
5. Nabi bersabda :
ﻮ١ﻠﺮﺠﻞ ﺮ١ﻉ ﻔﻰ١ﻫﻠﻪ ﻮﻫﻮ ﻤﺴﺆﻮﻞ ﻋﻦ ﺮﻋﻴﺗﻪ
Artinya: “ Dan suami itu menjadi pemimpin ditengah keluarganya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban perihal mereka yang dipimpin”.
6. Nabi bersabda :
ٲﮐﻤﻞ ٲﻠﻤﺆﻤﻨﻴﻦ ٳﻴﻤﺎﻨﺎ وٲﺤﺴﻨﻬﻢ ﺨﻠﻘﺎ وﺤﻴﺎﺮﻜﻢ ﺨﻴﺎﺮﻜﻢ ﻠﻨﺴﺎﺌﻬﻢ (ﺤﺴنﺼﺤﻴﺢ)
Artinya : “ Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaqnya diantara mereka dan yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya”. ( Hasan Shohih)

Senin, 18 November 2013

Tips Menjadi Istri dambaan suami

Berusaha agar selalu disayang suami, merupakan salah satu usaha dari seorang istri untuk tetap harmonis dalam rumah tangga. Begitu juga dengan suami agar selalu disayang dan dihormati istri termasuk bagian dari usaha suami untuk selalu bijaksana dalam membina rumah tangga

Untuk mewujudkan keluarga bahagia yang dipenuhi rasa kasih sayang tidak semudah yang dibayangkan banyak orang, perlu usaha dan kerja keras untuk mewujudkan, mulai dari usaha saling percaya, saling menghargai (tidak saling menyudutkan), saling mencari kelebihan masing-masing (bukan selalu mencari keburukan terhadap pasangan ) dan sebagainya.

Kali ini saya akan berbagi bagimana seorang istri agar tetap selalu disayang oleh suami sebagai uasaha agar rumah tangga tetap harminis, dibawah ini cara yang bisa anda lakukan
  1. Berusaha selalu bangun lebih awal dari suami dan menyiapkan apa yang dibutuhkan saat suami bangun tidur nantinya.
  2. Menyiapkan apa yang biasa menjadi kebiasaan suami saat bangun tidur atau anda bisa bertanya apa kebutuhan suami sehingga anda bisa dengan mudah menyipkan
  3. Antar suami anda sampai di depan pintu saat suami akan pergi kerja (abaikan semua kesibukan) pastikan ini anda lakukan setiap hari, cara ini sebagai bentuk perhatian, do’a dan restu anda pada suami yang akan pergi berjuang untuk mencari nafkah,
  4. Pastikah semua beres dalam rumah (jangan berantakan) saat suami pulang kerja, minimal jangan ada sesuatu hal yang biasanya suami anda tidak suka, misalnya suami anda tidak suka jika pakaian yang bertebaran dilantai, segera bereskan sebelum suami pulang
  5. Saat suami pulang kerja, sambut dengan senyum dengan sedikit basa basi misalnya “ gak macet pak ? atau, capek ya mas ? dll.
  6. Jangan lupa, siapkan makan kesukaan suami saat pulang kerja, jika kebetulan suami tidak suka dan kurang mood pada hari itu, jangan tunjukkan kalau pun anda sedang kecewa terhadap sikap suami anda, mungkin dia sedang ada masalah dikantor atau mungkin sedang capek sekali
  7. Saat suami pulang kerja jangan terlalu banyak mengajak dia bicara kalau kelihatan suami anda sedang kelihatan lelah sekali, apalagi anda bertanya macem-macem misalnya, kenapa pulang terlambat, tumben pulang malam, kemana aja mas, (jadilah istri bijak dan penuh pengertian bukan curigaan)
  8. Sederhana dalam berpenampilan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa umumnya laki-laki tidak menyukai perempuan yang berpenampilan menor, seronok dengan wajah penuh riasan tebal, sebaliknya kesederhanaan lebih menarik bagi mereka karena menurut mereka lebih memancarkan kecantikan perempuan.
  9. Jika ada masalah, apapun yang bergejolak dihati Anda, berusahalah untuk tetap sabar dan menahan diri untuk tidak menyakiti hati suami.
  10. Dapat mendampingi suami dalam suka dan duka.
  11. Berusaha untuk menjadi partner yang menyenangkan di kamar tidur. Banyak perempuan masih merasa malu untuk bersikap agresif meski kepada suaminya sendiri. Ini karena adanya anggapan bahwa perempuan yang agresif terkesan murahan dan tidak terhormat. Tentu saja anggapan ini tidak berlaku untuk seorang istri yang agresif kepada suaminya sendiri.
  12. Jika menemui persoalan, segera bicarakan dengan suami, jangan memendam masalah di hati. Apalagi ngambek dan pergi meninggalkan rumah sendiri.
  13. Jika bepergian, minta ijin atau atas pengetahuan suami.
  14. Jangan menjadi istri yang boros dalam belanja. Terutama untuk hal hal yang tidak dibutuhkan.   

Jumat, 08 November 2013

Yuk Ajak Suami Melakukan Pekerjaan Rumah Bersama


Dalam suatu pernikahan, suami dan istri harus bekerja bersama untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Susah dan senang harus dibagi bersama. Begitu pula pekerjaan rumah tangga.

Beberapa orang memang menganggap bahwa pekerjaan rumah tangga hanya boleh dilakukan oleh seorang wanita. Sebagai wanita yang sibuk bekerja dan mengurus keluarga, maka pekerjaan rumah tidak mungkin dikerjakan sendirian seorang diri. Mungkin Anda bisa menyewa asisten rumah tangga.

Namun pekerjaan rumah tangga ringan ini bisa dikerjakan bersama suami lho ladies. Pekerjaan yang dikerjakan bersama suami bisa membuat Anda lebih mesra dan sebagai alat untuk berkomunikasi. Ada trik untuk mengajak suami Anda agar mau melakukan pekerjaan rumah bersama-sama tanpa menimbulkan salah paham.

Tambahkan sedikit bumbu manja saat Anda meminta bantuan si dia. Adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi pria, jika ia bisa tampil sebagai superhero bagi Anda. Saat Anda memposisikan pada kondisi lemah dan tidak berdaya, mereka siap sedia akan membantu Anda.

Berikan sentuhan lembut pada si dia agar ia merasa Anda memang sedang membutuhkan bantuan, bukan sedang menyuruhnya sebagai seorang atasan. Mungkin ia berpikir ini bukan pekerjaan si dia, namun sentuhan lembut Anda telah meluluhkan hatinya. Si dia memang yang paling pintar dan serba bisa. Well, Anda boleh memanfaatkan ego si dia untuk tujuan baik ini. Berikan pujian padanya dan buatlah hatinya menjadi lebih besar. Si dia pasti akan hadir di mana saja Anda butuh bantuannya. Mungkin Anda bisa berkata seperti ini :

"Sayang, gimana sih cara perbaikin kran air di belakang. Susah banget deh kayaknya, kasih contoh dong gimana caranya?"

"Sayang jendelanya kotor banget deh, harus dibersihin, tapi aku ngga nyampe nih. Kamu bantuin aku yah..."
Jangan pernah berkata kasar pada si dia. Yang Anda butuhkan hanya memberi tahu dengan lembut bahwa Anda sedang membutuhkan bantuan. Bukan berteriak-teriak dan malah membuatnya jengkel. Jaga perasaan suami Anda dan lakukan semua hal dengan cinta. Selamat mencobanya ladies.

Rabu, 06 November 2013

Cara Menjaga Romantisme Rumah Tangga Dalam Islam


Setelah mengucapkan janji suci pernikahan, Anda akan menjalani kehidupan Anda yang baru. Masa-masa awal pernikahan ini disebut dengan masa bulan madu. Kejutan-kejutan kecil dan romantisme-romantisme lain sering Anda berdua berikan untuk satu sama lain pada masa ini. Masa-masa awal pernikahan ini memanglah masa yang terdengar sangat indah.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, romantisme ini akan semakin pudar dan menghilang. Anda tidak lagi sering mendapatkan kejutan dan hadiah kecil dari suami Anda. Perhatian pun sepertinya hanya menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri, bukannya sebuah ritual untuk mempererat hubungan lagi. Perhatian tersebut banyak teralihkan pada anak-anak yang memang telah menjadi pewarna kehidupan rumah tangga Anda.

Hal seperti ini tentu saja tidak bisa dibiarkan terjadi begitu saja. Romantisme yang dulu pernah Anda lakukan berdua harus tetap dijaga agar hubungan Anda dengan pasangan tetap erat seperti saat awal-awal Anda berdua menikah. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan menurut syariat Islam. Cara-cara tersebut adalah :
1. Membaca Al-Qur’an bersama-sama setiap sehabis sholat Maghrib dan Isya’
2. Kembali melakukan kencan seperti pada saat Anda berdua masih dalam masa pacaran dahulu
3. Merencanakan liburan berdua ke tempat-tempat yang indah dan romantis
4. Berikan pujian-pujian kecil atas apa yang pasangan Anda lakukan setiap harinya

Selasa, 05 November 2013

Yuk, Manjakan Pasangan Anda



Bercinta tak selamanya mulus. Pasti dalam percintaan ada masa- masa dimana Anda akan mengalami pertengkaran. Nah, jika Anda ingin hubungan Anda langgeng sebaiknya lakukan cara ini saja.

1. Komunikasi di kamar
Seks merupakan bagian integral dari hubungan yang sehat dan bahagia. Karenanya penting untuk menjaga komunikasi di kamar tidur. Setelah seharian bekerja, luangkanlah sejenak waktu untuk saling bertukar pikiran dan bercerita. Anda bisa melanjutkan moment tersebut dengan bercinta. Menjaga kehidupan seks akan membuat kehidupan Anda dan pasangan lebih bahagia baik di dalam maupun luar kamar.

2. Tetap spontan
Merencanakan kencan merupakan hal biasa. Bagaimana kalau kencan spontan? Melakukan hal yang tidak pernah direncanakan sebelumnya memberi pengalaman dan keasyikkan tersendiri. Hal ini dapat menguatkan cinta Anda dan pasangan.

3. Ubah tradisi
Lupakan soal tradisi jika wanita yang harus memasak, menyiapkan makanan dan pekerjaan rumah lainnya. Seperti laki-laki, sesekali wanita juga ingin dilayani. Pasangan yang bisa saling menghormati satu sama lain dan mewujudkan mimpi bersama-sama adalah pasangan yang akan memiliki hubungan kuat dan langgeng.

4. Jadilah realistis dan optimis
Pepatah rumput tetangga lebih hijau dibanding rumah sendiri kerap dialami oleh banyak pasangan. Sebagian banyak yang merasa kurang puas dengan pasangan yang telah dimiliki dan berusaha membandingkan dengan pria atau wanita lain.

Jadilah orang yang realistis. Pasangan Anda tentu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bahkan kepribadian pasangan Anda sejatinya melengkapi kehidupan Anda pula. Jika ada perbuatan dan sikap pasangan yang kurang berkenan, Anda bisa menasihatinya dan yakinlah bahwa mereka akan berubah menjadi lebih baik.

5. Tidak ada dua hubungan yang sama.
Tidak ada yang salah jika Anda berkonsultasi mengenai permasalahan rumah tangga dengan teman. Namun, perlu diingat bahwa setiap hubungan adalah berbeda. Saran yang cocok untuk satu pasangan tidak selamanya sesuai untuk Anda. Maka dari itu sesuaikan dengan hubungan Anda ketika menerima saran. 

Bercinta tak selamanya mulus. Pasti dalam percintaan ada masa- masa dimana Anda akan mengalami pertengkaran. Nah, jika Anda ingin hubungan Anda langgeng sebaiknya lakukan cara ini saja.

1. Komunikasi di kamar
Seks merupakan bagian integral dari hubungan yang sehat dan bahagia. Karenanya penting untuk menjaga komunikasi di kamar tidur. Setelah seharian bekerja, luangkanlah sejenak waktu untuk saling bertukar pikiran dan bercerita. Anda bisa melanjutkan moment tersebut dengan bercinta. Menjaga kehidupan seks akan membuat kehidupan Anda dan pasangan lebih bahagia baik di dalam maupun luar kamar.

2. Tetap spontan
Merencanakan kencan merupakan hal biasa. Bagaimana kalau kencan spontan? Melakukan hal yang tidak pernah direncanakan sebelumnya memberi pengalaman dan keasyikkan tersendiri. Hal ini dapat menguatkan cinta Anda dan pasangan.

3. Ubah tradisi
Lupakan soal tradisi jika wanita yang harus memasak, menyiapkan makanan dan pekerjaan rumah lainnya. Seperti laki-laki, sesekali wanita juga ingin dilayani. Pasangan yang bisa saling menghormati satu sama lain dan mewujudkan mimpi bersama-sama adalah pasangan yang akan memiliki hubungan kuat dan langgeng.

4. Jadilah realistis dan optimis
Pepatah rumput tetangga lebih hijau dibanding rumah sendiri kerap dialami oleh banyak pasangan. Sebagian banyak yang merasa kurang puas dengan pasangan yang telah dimiliki dan berusaha membandingkan dengan pria atau wanita lain.

Jadilah orang yang realistis. Pasangan Anda tentu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bahkan kepribadian pasangan Anda sejatinya melengkapi kehidupan Anda pula. Jika ada perbuatan dan sikap pasangan yang kurang berkenan, Anda bisa menasihatinya dan yakinlah bahwa mereka akan berubah menjadi lebih baik.

5. Tidak ada dua hubungan yang sama.
Tidak ada yang salah jika Anda berkonsultasi mengenai permasalahan rumah tangga dengan teman. Namun, perlu diingat bahwa setiap hubungan adalah berbeda. Saran yang cocok untuk satu pasangan tidak selamanya sesuai untuk Anda. Maka dari itu sesuaikan dengan hubungan Anda ketika menerima saran.[ma/byn]

- See more at: http://family.seruu.com/read/2013/11/05/189945/yuk-manjakan-pasangan-anda-dengan-ini#sthash.2AvBB7yl.dpuf
Bercinta tak selamanya mulus. Pasti dalam percintaan ada masa- masa dimana Anda akan mengalami pertengkaran. Nah, jika Anda ingin hubungan Anda langgeng sebaiknya lakukan cara ini saja.

1. Komunikasi di kamar
Seks merupakan bagian integral dari hubungan yang sehat dan bahagia. Karenanya penting untuk menjaga komunikasi di kamar tidur. Setelah seharian bekerja, luangkanlah sejenak waktu untuk saling bertukar pikiran dan bercerita. Anda bisa melanjutkan moment tersebut dengan bercinta. Menjaga kehidupan seks akan membuat kehidupan Anda dan pasangan lebih bahagia baik di dalam maupun luar kamar.

2. Tetap spontan
Merencanakan kencan merupakan hal biasa. Bagaimana kalau kencan spontan? Melakukan hal yang tidak pernah direncanakan sebelumnya memberi pengalaman dan keasyikkan tersendiri. Hal ini dapat menguatkan cinta Anda dan pasangan.

3. Ubah tradisi
Lupakan soal tradisi jika wanita yang harus memasak, menyiapkan makanan dan pekerjaan rumah lainnya. Seperti laki-laki, sesekali wanita juga ingin dilayani. Pasangan yang bisa saling menghormati satu sama lain dan mewujudkan mimpi bersama-sama adalah pasangan yang akan memiliki hubungan kuat dan langgeng.

4. Jadilah realistis dan optimis
Pepatah rumput tetangga lebih hijau dibanding rumah sendiri kerap dialami oleh banyak pasangan. Sebagian banyak yang merasa kurang puas dengan pasangan yang telah dimiliki dan berusaha membandingkan dengan pria atau wanita lain.

Jadilah orang yang realistis. Pasangan Anda tentu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bahkan kepribadian pasangan Anda sejatinya melengkapi kehidupan Anda pula. Jika ada perbuatan dan sikap pasangan yang kurang berkenan, Anda bisa menasihatinya dan yakinlah bahwa mereka akan berubah menjadi lebih baik.

5. Tidak ada dua hubungan yang sama.
Tidak ada yang salah jika Anda berkonsultasi mengenai permasalahan rumah tangga dengan teman. Namun, perlu diingat bahwa setiap hubungan adalah berbeda. Saran yang cocok untuk satu pasangan tidak selamanya sesuai untuk Anda. Maka dari itu sesuaikan dengan hubungan Anda ketika menerima saran.[ma/byn]

- See more at: http://family.seruu.com/read/2013/11/05/189945/yuk-manjakan-pasangan-anda-dengan-ini#sthash.2AvBB7yl.dpuf

Memuaskan Suami saat Haid

hubungan badan dengan suami istri

Ada seribu cara halal untuk memuaskan suami ketika sedang haid. Dengan cara ini, bisa menghindari suami melakukan masturbasi atau bahkan selingkuh.

Ada seribu cara untuk memuaskan suami ketika istri sedang haid. Karena islam tidak menghukumi fisik wanita haid sebagai benda najis yang selayaknya dijauhi, sebagaimana praktek yang dilakukan orang yahudi. Anas bin Malik menceritakan,

أن اليهود كانوا إذا حاضت المرأة فيهم لم يؤاكلوها ولم يجامعوهن في البيوت فسأل الصحابة النبي صلى الله عليه وسلم فأنزل الله تعالى : ويسألونك عن المحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض…

Sesungguhnya orang yahudi, ketika istri mereka mengalami haid, mereka tidak mau makan bersama istrinya dan tidak mau tinggal bersama istrinya dalam satu rumah. Para sahabatpun bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. kemudian Allah menurunkan ayat, yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah bahwa haid itu kotoran, karena itu hindari wanita di bagian tempat keluarnya darah haid…” (HR. Muslim 302).

Dengan demikian, suami masih bisa melakukan apapun ketika istri haid, selain yang Allah larang dalam Al-quran, yaitu melakukan hubungan intim.

3 Macam Interaksi Intim Suami dan Istri Ketika Haid

Ada 3 macam interaksi intim antara suami & istri ketika haid:

Pertama, interaksi dalam bentuk hubungan intim ketika haid. Perbuatan ini haram dengan sepakat ulama, berdasarkan firman Allah,

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)

Orang yang melanggar larangan ini, wajib bertaubat kepada Allah, dan membayar kaffarah, berupa sedekah satu atau setengah dinar. 

Kedua, interaksi dalam bentuk bermesraan dan bercumbu selain di daerah antara pusar sampai lutut istri ketika haid. Interaksi semacam ini hukumnya halal dengan sepakat ulama. A’isyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حِضْتُ يَأْمُرُنِي أَنْ أَتَّزِرَ، ثُمَّ يُبَاشِرُنِي

Apabila saya haid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku untuk memakai sarung kemudian beliau bercumbu denganku. (HR. Ahmad 25563, Turmudzi 132 dan dinilai shahih oleh Al-Albani).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Maimunah radhiyallahu ‘anha,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَاشِرُ نِسَاءَهُ فَوْقَ الْإِزَارِ وَهُنَّ حُيَّضٌ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercumbu dengan istrinya di daerah di atas sarung, ketika mereka sedang haid. (HR. Muslim 294)

Ketiga, interaksi dalam bentuk bermesraan dan bercumbu di semua tubuh istri selain hubungan intim dan anal seks. Interaksi semacam ini diperselisihkan ulama.

1. Imam Abu Hanifah, Malik, dan As-Syafii berpendapat bahwa perbuatan semacam ini hukumnya haram. Dalil mereka adalah praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana keterangan A’isyah dan Maimunah.
2. Imam Ahmad, dan beberapa ulama hanafiyah, malikiyah dan syafiiyah berpendapat bahwa itu dibolehkan. Dan pendapat inilah yang dikuatkan An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (3/205).
Diantara dalil yang mendukung pendapat kedua adalah

a. Firman Allah

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari Al-Mahidh..”

Ibn Utsaimin mengatakan,

Makna Al-Mahidh mencakup masa haid atau tempat keluarnya haid. Dan tempat keluarnya haid adalah kamaluan. Selama masa haid, melakukan hubungan intim hukumnya haram. (As-Syarhul Mumthi’, 1/477)


فتخصيصه مو�wa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak melakukan hubungan intim dengan istrinya yang sedang haid, beliau menyuruhnya untuk memasang pembalut ke kemaluan istrinya.” (HR. Abu Daud 272 dan Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan: Sanadnya kuat).

Onani Bukan Solusi

Memahami hal ini, selayaknya suami tidak perlu risau ketika istrinya haid. Dan jangan sekali-kali melakukan onani tanpa bantuan tubuh istri. Mengeluarkan mani dengan selain tubuh istri adalah perbuatan yang terlarang, sebagaimana firman Allah ketika menyebutkan kriteria orang mukmin yang beruntung,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ( ) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ( ) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Mukminun: 5 – 7)

Diantara sifat mukminin yang beruntung adalah orang yang selalu menjaga kemaluannya dan tidak menyalurkannya, selain kepada istri dan budak wanita. Artinya, selama suami menggunakan tubuh istri untuk mencapai klimaks syahwat, maka tidak dinilai tercela. Berbeda dengan “orang yang mencari selain itu”, baik berzina dengan wanita lain, atau menggunakan bantuan selain istri untuk mencapai klimaks (baca: onani), Allah sebut perbuatan orang ini sebagai tindakan melampaui batas.
Alla