PASANGAN adalah dua
orang yang berbeda dan pasti memiliki pendapat yang kadang tidak sama.
Tapi Anda mungkin tidak menyadari bagaimana efek setelah berdebat bisa
menjadi hal penting dalam hubungan bersamanya.
Berikut ini deretan reaksi setelah bertengkar yang harus dihindari, seperti dilansir Woman's Day.
Bersikap acuh tak acuh atau tak memedulikannya
Jika Anda butuh sedikit waktu atau ruang setelah bertengkar, that's ok -selama Anda mengatakan pada pasangan Anda.
"Salah satu kesalahan terbesar yang dibuat orang setelah pertengkaran adalah diam seribu bahasa," kata Rachel A. Sussman, seorang psikoterapis berlisensi dan pakar hubungan di New York City.
Jika mengabaikan pasangan, dia mungkin berpikir Anda menghukumnya. Ini bisa membuat dia tidak akan pernah lagi menceritakan apa yang dirasakannya kepada Anda. Lebih baik katakan, "Emosi saya tidak surut secepat kamu, tapi beri saya 24 jam dan yakin semuanya akan baik-baik saja. Jika tidak, kita bisa membahas lebih jauh."
Menyimpan kata-katanya dalam hati
Anda tahu pepatah yang mengatakan, "Apa yang terjadi di Vegas tetap di Vegas?” Apa pun yang pasangan katakan selama bertengkar, jangan diambil hati. Jika dia mengatakan sesuatu yang mengganggu, katakan padanya jika kata-kata dia membuat Anda frustasi. Jika kata-katanya mengganggu Anda pada pertengkaran berikutnya, tarik napas dalam-dalam daripada mengonfrontirnya. Membesarkan argumen terlalu sering dapat membuat pembicaraan tak berakhir, bukan selesai.
Mengatakan, "Saya minta maaf" jika dia masih terluka
Lebih baik katakan, "Saya minta maaf untuk..." dan jelaskan apa yang sedang Anda bicarakan. Kemudian katakan, "Di masa yang akan datang, saya akan..." (berjanji untuk tidak akan membuat kesalahan itu lagi)
Membuat alasan mengapa Anda bertengkar
Ada sejuta hal untuk bisa disalahkan dalam berargumen, seperti hari yang buruk di tempat kerja, sakit kepala, dan gelisah tidak bisa tidur di malam hari. Bahkan, penelitian dari University of California, Berkeley mengatakan bahwa pasangan yang tidak cukup tidur lebih mungkin untuk bertengkar. Namun, menyalahkan pasangan ketika bertengkar tidak adil untuk Anda atau dia. Jika Anda marah, sedih atau terluka, beritahu pasangan Anda. Dengan begitu, dia tahu jika Anda sedang marah.
Pergi jika dia kembali mencoba berargumen
Anda baru beberapa menit yang lalu selesai bertengkar, beritahu suami terbuka untuk setiap pertanyaan atau mendengar tentang rasa frustrasinya setelah dia punya waktu untuk berpikir. Jika dia ingin kembali mengungkit masalah ini setelah beberapa hari, jangan memunggunginya. Komunikasi non-verbal sama kerasnya dengan berteriak. Jika Anda tidak memedulikannya, minta maaf dan dengarkanlah keluhannya.
"Menusuknya"
Masih belum pulih dari pertengkaran? Janganlah menyudutkan dan mengeluarkan komentar menusuk karena itu lebih sulit untuk disembuhkan. Jika Anda bertengkar tentang anggaran liburan, jangan katakan dia pelit. Ini hanya akan membuatnya merasa terhina. Sebaliknya, bicarkan apa yang masih mengganggu Anda dan pasangan setelah suasana tenang.
Menjadi seks sebagai alat untuk berbaikan jika Anda tak menginginkannya
Anda berdua saling meminta maaf, tapi sekarang dia mencoba untuk mendapatkan lebih (bercinta), dan yang Anda bisa pikirkan adalah, "sumpah lu?" Ini bukan berarti bahwa mereka tidak menyadari sedang bertengkar, banyak pria ingin bercinta untuk merasa dekat. Jika pasangan ingin bercinta usai bertengkar, namun Anda tida mau, tolak dengan lembut. Anda bisa mengatakan sedang tidak mood atau memeluknya dan mengatakan mungkin besok. Jangan menolaknya tanpa penjelasan, itu akan menyakiti perasaannya.
Fokus pada apa yang menyebabkan pertengkaran
Energi Anda lebih baik dihabiskan untuk mencari solusi. Perbedaan antara pertengkaran buruk dan baik adalah apakah Anda bisa menemukan solusinya atau tidak. Contohnya, jika pasangan lupa membawa uang tunai, jangan membesar-besarkannya. Anda bisa pergi ke ATM dan masalah terselesaikan. Namun jika terus lupa membawa uang, cobalah mengatakan, "Kamu akhir-akhir ini sering tidak bawa uang. Kenapa?"
Mengatakan, "Saya tidak bermaksud begitu."
Mengatakan ini sama seperti mencoba untuk menggunakan penghapus untuk mengilangkan tulisan dari spidol permanen. Ini justru akan menambahkan minyak ke dalam api.
Menyalahkan diri sendiri atau menyerah ketika bertengkar
Pertengkaran bisa menjadi hal positif bahwa Anda berdua masih mencoba membangun hubungan. Tetapi tidak jika Anda menyerah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar