Seperti
yang sahabat saya pernah katakan, menikah itu seperti mawar. Indah
dipandang, harum dibaui, dan mempesona. Melihatnya menimbulkan kesan,
“Wow, bunga mawar itu indah sekali bukan? Sempurna tanpa celah! Merona
tanpa cacat!”. Tapi cobalah mendekat, cobalah pegang tangkainya,
genggam, jika tidak hati-hati, alih-alih akan mendapatkan bunga indah
itu, yang ada malah tanganmu akan terluka karena tertusuk oleh duri
tajam yang terhunus di sepanjang batangnya. Pedih.
Menikah
pun begitu. Bagi yang masih single, masih gadis atau masih bujangan,
pasti ngiler ngeliat si pengantin baru yang lewat di depan matanya.
Kemana-mana berdua, naik motor mesra, makan bersama. Dia ingin, sayang
saja jodohnya belum datang.
Lumrahnya
begitu, pernikahan selalu tampak indah bagi yang belum menjalaninya.
Tapi percayalah, pernikahan tidak melulu tentang kebahagiaan. Ada
duri-duri tajam yang siap melukai, siap menusuk dan membuatmu berdarah.
Jika tidak hati-hati, pernikahan yang semula diharapkan berujung bahagia
malah bisa menjadi mala petaka. Parah.
Mala
petaka dalam keluarga bisa terjadi karena banyak hal, ekonomi, suami
kurang perhatian, dan masih banyak lagi. Nah, jika ini yang terjadi,
mungkin berhubungan suami istri bisa menjadi sarana rekonsiliasi. Tapi,
tentu saja, berhubungan suami istri tidak akan menjadi solusi dalam
masalah yang anda hadapi. Kan tidak mungkin, jika anda mengalami masalah
ekonomi, lalu setelah melakukan hubungan suami-istri masalah ekonomi
anda teratasi. Uang datang tiada henti. Mustahil, bukan?
Tapi,
paling tidak, hubungan suami istri bisa meningkatkan produksi hormon
endorfin dalam otak. Hormon ini akan memberikan efek tenang kepada anda
dan pasangan. Sama seperti ketika anda berciuman, hormon ini akan
meningkat dan membuat anda tenang. Melayang. Setelah berhubungan suami
istri, saat hormon endorfin tinggi, barulah lanjutkan diskusi tentang
masalah yang anda hadapi. Diskusi dengan otak dingin, pikiran tenang,
dan tidak didominasi emosi.
Siapa tahu, dan biasanya berhasil, diskusi setelah berhubungan suami istri bisa berbuah solusi.
Tentu
saja catatan ringan dan amburadul ini, apalagi dibuat oleh seorang
lelaki tidak berpengalaman ini, tidak mengajak untuk harus bertengkar
dulu untuk melakukan hubungan suami istri, bukan itu. jangan sampai
setelah merasakan nikmatnya berhubungan badan saat bertengkar malah
membuat anda semakin sering cekcok. “Aku ingin berhubungan suami istri,
berantem dulu ah..”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar