Jumat, 20 September 2013

Seks, Solusi Pertengkaran yang Nikmat

Seperti yang sahabat saya pernah katakan, menikah itu seperti mawar. Indah dipandang, harum dibaui, dan mempesona. Melihatnya menimbulkan kesan, “Wow, bunga mawar itu indah sekali bukan? Sempurna tanpa celah! Merona tanpa cacat!”. Tapi cobalah mendekat, cobalah pegang tangkainya, genggam, jika tidak hati-hati, alih-alih akan mendapatkan bunga indah itu, yang ada malah tanganmu akan terluka karena tertusuk oleh duri tajam yang terhunus di sepanjang batangnya. Pedih.

Menikah pun begitu. Bagi yang masih single, masih gadis atau masih bujangan, pasti ngiler ngeliat si pengantin baru yang lewat di depan matanya. Kemana-mana berdua, naik motor mesra, makan bersama. Dia ingin, sayang saja jodohnya belum datang. 

Lumrahnya begitu, pernikahan selalu tampak indah bagi yang belum menjalaninya. Tapi percayalah, pernikahan tidak melulu tentang kebahagiaan. Ada duri-duri tajam yang siap melukai, siap menusuk dan membuatmu berdarah. Jika tidak hati-hati, pernikahan yang semula diharapkan berujung bahagia malah bisa menjadi mala petaka. Parah. 

Mala petaka dalam keluarga bisa terjadi karena banyak hal, ekonomi, suami kurang perhatian, dan masih banyak lagi. Nah, jika ini yang terjadi, mungkin berhubungan suami istri bisa menjadi sarana rekonsiliasi. Tapi, tentu saja, berhubungan suami istri tidak akan menjadi solusi dalam masalah yang anda hadapi. Kan tidak mungkin, jika anda mengalami masalah ekonomi, lalu setelah melakukan hubungan suami-istri masalah ekonomi anda teratasi. Uang datang tiada henti. Mustahil, bukan? 

Tapi, paling tidak, hubungan suami istri bisa meningkatkan produksi hormon endorfin dalam otak. Hormon ini akan memberikan efek tenang kepada anda dan pasangan. Sama seperti ketika anda berciuman, hormon ini akan meningkat dan membuat anda tenang. Melayang. Setelah berhubungan suami istri, saat hormon endorfin tinggi, barulah lanjutkan diskusi tentang masalah yang anda hadapi. Diskusi dengan otak dingin, pikiran tenang, dan tidak didominasi emosi. 

Siapa tahu, dan biasanya berhasil, diskusi setelah berhubungan suami istri bisa berbuah solusi.
Tentu saja catatan ringan dan amburadul ini, apalagi dibuat oleh seorang lelaki tidak berpengalaman ini, tidak mengajak untuk harus bertengkar dulu untuk melakukan hubungan suami istri, bukan itu. jangan sampai setelah merasakan nikmatnya berhubungan badan saat bertengkar malah membuat anda semakin sering cekcok. “Aku ingin berhubungan suami istri, berantem dulu ah..”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar