Rabu, 13 November 2013

Berhubungan Badan Ketika Hamil Muda

Seks saat hamil sering menjadi pertanyaan baik suami maupun istri. Mulai dari amankah bercinta jika kehamilan baru trimester pertama, posisi apa yang sebaiknya dipilih dan masih banyak lagi. Berikut ini penjelasan untuk menjawab keraguan tersebut.

Saat kehamilan memasuki trimester pertama banyak wanita mengeluhkan tidak ada gairah untuk bercinta. Keluhan ini terjadi karena pada masa tersebut wanita merasa mudah lelah dan sering mual.

Namun tidak semua wanita merasakan hal tersebut. Perubahan hormon yang terjadi saat hamil bisa juga menyebabkan wanita menjadi lebih bergairah. Sehingga wanita yang mengalami ini gairah bercintanya tetap sama seperti sebelum hamil atau malah bertambah besar.

Bagaimana jika gairah bercinta benar-benar hilang saat Anda hamil muda? langkah terbaik adalah dengan meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan keintiman. Intim tidak selalu harus bercinta. Perasaan cinta dan kasih sayang bisa diekspresikan dengan banyak cara seperti berciuman dan berpelukan. Coba nikmati waktu berduan dengan berjalan-jalan, candle light dinner atau memijat punggung satu sama lain.

Kehilangan gairah bercinta ini sebenarnya juga bukan hanya terjadi pada wanita. Para suami pun bisa merasakannya. Kekhawatiran akan menyakiti bayi atau menyebabkan keguguran dapat membuat pria takut untuk berhubungan seks dengan pasangannya.

Apakah memang benar seks di trimester pertama bisa menyebabkan keguguran
Selama Anda tidak mengalami komplikasi, seks seharusnya bukan hal yang berisiko untuk dilakukan. Yang perlu Anda pahami, janin dilindungi selaput ketuban yang berisi cairan amnion dan plasenta serta otot rahim yang kuat. Sehingga ketika bercinta, hubungan seks tersebut tidak akan menggangu janin.

Tentu saja tidak semua wanita hamil bisa bercinta dengan aman. Ada kondisi-kondisi kehamilan tertentu yang bisa membuat seks menjadi terlarang untuk dilakukan. biasanya tenaga medis akan melarang pasangan untuk bercinta jika Anda:

1. Menderita plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim)
2. Berisiko keguguran
3. Pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
4. Sering kram perut.
5. Plasenta menutupi sebagian leher rahim
6. Bermasalah pada rahim.
7. Membran amnion (selaput ketuban) pecah.

Masih ada kondisi-kondisi lainnya yang biasanya akan disarankan untuk berhenti bercinta. Misalnya saja jika Anda punya sejarah melahirkan spontan pada kehamilan sebelumnya. Ketika hal itu terjadi, biasanya Anda akan disarankan untuk tidak berhubungan seks dulu di trimester kedua atau ketiga hingga minggu ke-37.

Apapun kondisi Anda selama kehamilan, jangan pernah takut atau malu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Kalau dokter menasihati Anda untuk berhenti bercinta, pastikan Anda mendengarkan dengan baik penjelasannya.

Posisi Terbaik untuk Seks di trimester awal
Kondisi seksual pada setiap individu berbeda, begitu pun saat kehamilan. Beberapa wanita, kehamilan justru meningkatkan dorongan seksual dan lainnya tidak. Pria pun memiliki pandangan berbeda pada hubungan seksual ketika pasangannya hamil. Ada yang menganggap bentuk fisik sang istri lebih seksi atau karena temperatur vagina lebih hangat pada masa kehamilan, sehingga lebih memberikan rangsangan seksual lebih erotis pada suami.

Adapun posisi berhubungan intim yang aman dilakukan pada masa kehamilan yaitu :

  • Posisi sendok kembar dimana wanita dan pria tidur pada satu sisi tubuh. Pria berada di belakang wanita dan keduanya menekuk tubuh seperti huruf C.
  • Posisi wanita tidur di salah satu sisi tempat tidur dengan kaki menyentuh lantai. Sedangkan pria berdiri di hadapannya. Pada posisi di sisi tempat  tidur ini, “Mr. Happy” dapat dimasukkan jauh ke dalam namun harus pelan dan hati-hati.
  • Posisi sama sisi, baik dilakukan ketika kehamilan memasuki trimester akhir. Pria dan wanita tidur di sisi masing-masing, saling berhadapan, kaki pria masuk di bawah kaki wanita dan kaki wanita bisa lurus atau ditekuk. “Mr. Happy“dapat dimasukkan dari berbagai sudut.
  • Posisi lainnya, wanita tidur berbaring dan pria berada di salah satu sisi wanita. Pastikan posisi kaki wanita lebih dekat dengan kaki pria. Posisi ini memungkinkan wajah pasangan bisa terlihat  dan lebih romantis.
  • Posisi yang bisa memuaskan Anda pada trimester kehamilan akhir yaitu wanita berada di atas. Posisi ini aman dilakukan asalkan “Mr. Happy” tidak masuk terlalu dalam.
Jika posisi-posisi di atas terasa tidak nyaman, cobalah mencari variasi seks lainnya. Misalnya, oral seks ataupun masturbasi secara bersama-sama. Dalam hal ini, jangan malu untuk menanyakan mengenai masalah hubungan intim kehamilan trimester pertama dan trimester lainnya saat berkunjung ke dokter kandungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar