Senin, 25 November 2013

Suami Istri, Jadilah seperti Mur dan Baut


Rata-rata dari kita, pada saat awal mencari pasangan adalah mencari calon yang mempunyai kesamaan dengan kita, karena menganggap bahwa dengan kita banyak pasangan maka akan nyambung, akan mudah komunikasinya, mensinergikan mudah. Tapi setelah mengalami pernikahan yang memasuki tahun ke 6 ini, ternyata pendapat itu salah. Setelah cari-cari literatur, ga ada yang merasa cocok, tiba-tiba ada kawan yang sms mengajak training “MENATA HATI”, tanpa pikir panjang, langsung jawab ikut dan alhamdulillah hasilnya luar biasa.

Seorang suami istri ternyata memang ditakdirkan mempunyai sifat yang sangat ekstrem bertolak belakang, pengertian mur dan baut bukan berarti menggambarkan kelamin suami dan istri, tapi makna yang terkandung dari pengertian mur dan baut yang sangat mendalam.

Coba bayangkan, kl kita posisi seperti mur mencari mur, maka yang terjadi adalah “jeruk makan jeruk” maka harus ada baut. Dan baut pasti ada ukurannya masing-masing, Satu mur tidak akan bisa terpasang untuk baut yang tidak seukuran, demikian juga hidup kita, kita oleh ALLAH sudah dipasang-pasangkan. Sebagai contoh apabila laki-lakinya pandai cari duit, biasanya istrinya juga sangat cepat menghabiskan uang (bisa karena gaya hidup, bisa aktif di kegiatan sosial (positif)), suami cenderung ga bisa mengelola uang, kalau ada uang untuk traktir temen maka istri biasanya dapat yang sangat ketat dengan uang, sangat berhitung. Kalau suami pendiam, biasanya istrinya cerewetnya minta ampun. Karena konsep pasangan adalah saling melengkapi, saling mengisi dan menyeimbangkan. Jadi Allah memberi jodoh kita tidak keliru.Dengan perbedaan-perbedaan yang ekstrem tersebut, maka namanya keluarga pasti banyak beda pendapat, yang bisa mengarah kepada keributan rumah tangga.

Dengan kita sudah memahami arti perbedaan untuk saling melengkapi dan mengisi antara suami dan istri tersebut, maka kunci berikutnya adalah:

1. Pahami pasangan kita
pahami kemauan pasangan kita, beri pujian atas apa yang sudah dilakukan oleh pasangan kita, sekecil apapun karya pasangan kita, kalau diberi pujian, maka pasangan kita akan merasa senang, akan merasa dihargai dan dia akan memberi lebih dari yang kita bayangkan.

2. Maklumi pasangan kita
Kita harus maklum terhadap apa yang dilakukan oleh pasangan kita, walau banyak hal yang sangat tidak berkenan menurut kita, tapi pasangan kita pasti punya pertimbangan yang terbaik untuk kita. Pasangan kita tidak akan menjerumuskan kita ke kehancuran. Jadi maklumi pasangan kita apabila melakukan sesuatu. Kalau sangat prinsipil, puji dulu baru arahkan sesuai kemauan kita, jangan mengarahkan secara frontal, itu malah akan kontra produktif.

3. Ridho
Ridho terhadap sesuatu yang dikerjakan oleh pasangan kita. Karena dengan ridho istri/suami ada energi doa yang terpancar, ada ketenangan dalam melakukan kerjaan. Dan ALLAH memberi rizqi pada orang-orang yang tenang. dan ketenangan batin ini salah satunya didapat dari ridho pasangan kita.

Semoga dengan kita memahami bahwa kita diciptakan saling melengkapi, diciptakan dengan perbedaan yang ekstrem, dengan kita memahami kemauan pasangan kita, kita memaklumi pasangan kita, dan meridhoi apa yang sudah dilakukan pasangan kita, Insya Allah akan terwujud keluarga sakinah, mawadah dan warahmah. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar