Rata-rata dari kita, pada saat awal mencari pasangan adalah mencari
calon yang mempunyai kesamaan dengan kita, karena menganggap bahwa
dengan kita banyak pasangan maka akan nyambung, akan mudah
komunikasinya, mensinergikan mudah. Tapi setelah mengalami pernikahan
yang memasuki tahun ke 6 ini, ternyata pendapat itu salah. Setelah
cari-cari literatur, ga ada yang merasa cocok, tiba-tiba ada kawan yang
sms mengajak training “MENATA HATI”, tanpa pikir panjang, langsung jawab
ikut dan alhamdulillah hasilnya luar biasa.
Seorang suami istri ternyata memang ditakdirkan mempunyai sifat yang
sangat ekstrem bertolak belakang, pengertian mur dan baut bukan berarti
menggambarkan kelamin suami dan istri, tapi makna yang terkandung dari
pengertian mur dan baut yang sangat mendalam.
Coba bayangkan, kl kita posisi seperti mur mencari mur, maka yang
terjadi adalah “jeruk makan jeruk” maka harus ada baut. Dan baut pasti
ada ukurannya masing-masing, Satu mur tidak akan bisa terpasang untuk
baut yang tidak seukuran, demikian juga hidup kita, kita oleh ALLAH
sudah dipasang-pasangkan. Sebagai contoh apabila laki-lakinya pandai
cari duit, biasanya istrinya juga sangat cepat menghabiskan uang (bisa
karena gaya hidup, bisa aktif di kegiatan sosial (positif)), suami
cenderung ga bisa mengelola uang, kalau ada uang untuk traktir temen
maka istri biasanya dapat yang sangat ketat dengan uang, sangat
berhitung. Kalau suami pendiam, biasanya istrinya cerewetnya minta
ampun. Karena konsep pasangan adalah saling melengkapi, saling mengisi
dan menyeimbangkan. Jadi Allah memberi jodoh kita tidak keliru.Dengan
perbedaan-perbedaan yang ekstrem tersebut, maka namanya keluarga pasti
banyak beda pendapat, yang bisa mengarah kepada keributan rumah tangga.
Dengan kita sudah memahami arti perbedaan untuk saling melengkapi dan
mengisi antara suami dan istri tersebut, maka kunci berikutnya adalah:
1. Pahami pasangan kita
pahami kemauan pasangan kita, beri pujian atas apa yang sudah dilakukan
oleh pasangan kita, sekecil apapun karya pasangan kita, kalau diberi
pujian, maka pasangan kita akan merasa senang, akan merasa dihargai dan
dia akan memberi lebih dari yang kita bayangkan.
2. Maklumi pasangan kita
Kita harus maklum terhadap apa yang dilakukan oleh pasangan kita, walau
banyak hal yang sangat tidak berkenan menurut kita, tapi pasangan kita
pasti punya pertimbangan yang terbaik untuk kita. Pasangan kita tidak
akan menjerumuskan kita ke kehancuran. Jadi maklumi pasangan kita
apabila melakukan sesuatu. Kalau sangat prinsipil, puji dulu baru
arahkan sesuai kemauan kita, jangan mengarahkan secara frontal, itu
malah akan kontra produktif.
3. Ridho
Ridho terhadap sesuatu yang dikerjakan oleh pasangan kita. Karena dengan
ridho istri/suami ada energi doa yang terpancar, ada ketenangan dalam
melakukan kerjaan. Dan ALLAH memberi rizqi pada orang-orang yang tenang.
dan ketenangan batin ini salah satunya didapat dari ridho pasangan
kita.
Semoga dengan kita memahami bahwa kita diciptakan saling melengkapi,
diciptakan dengan perbedaan yang ekstrem, dengan kita memahami kemauan
pasangan kita, kita memaklumi pasangan kita, dan meridhoi apa yang sudah
dilakukan pasangan kita, Insya Allah akan terwujud keluarga sakinah,
mawadah dan warahmah. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar