Kalau ada yang begitu
bangga saat pasangannya berdarah setelah bercinta, sebaiknya jangan
buru-buru menyimpulkannya sebagai tanda-tanda masih perawan. Ada banyak
sebab keluarnya darah usai bercinta, mulai dari infeksi hingga tumor.
Keperawanan sendiri
justru tidak bisa dilihat hanya dari keluarnya darah saat berhubungan
seks untuk pertama kali, sebab hal itu sangat tergantung elastisitas
selaput dara. Ada yang sampai berkali-kali keperawanannya masih utuh,
ada pula yang sudah sobek sejak kecil karena naik kuda.
Keluarnya darah saat
berhubungan seks juga tidak selalu disebabkan oleh sobeknya selaput
dara, melainkan bisa juga karena sebab-sebab berikut seperti dikutip
dari About.com, Sabtu(11/8/2012).
1. Pertumbuhan epitel
leher rahimCervical dysplasia atau pertumbuhan sel epitel di sekitar
leher rahim bisa menyebabkan perdarahan usai berhubungan seks. Risiko
mengalami kondisi prakanker ini meningkat pada perempuan yang
berhubungan seks sejak umur 18 tahun, melahirkan di bawah 16 tahun atau
pernah terinfeksi penyakit kelamin.
2. Infeksi
chlamidiaPenyebab lain adalah infeksi chlamydia yang dipicu oleh bakteri
Chlamydia trachomatis. Penularannya terjadi melalui kontak darah,
cairan vagina maupun juga semen dan sperma pada laki-laki.
3. Gonorrhea atau
kencing nanahInfeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae penyebab kencing
nanah juga bisa menyebabkan perdarahan saat berhubungan seks.
Pengobatannya antara lain bisa menggunakan antibiotik sesuai petunjuk
dokter.
4. Vaginistis atau
CervicitisRadang atau pembengkakan pada vagina dan leher rahim merupakan
penyebab lain keluarnya darah saat berhubungan seks. Penyebabnya
bermacam-macam, sehingga pengobatannya juga harus disesuaikan.
5. Polip leher
rahimPolip adalah benjolan yang lembut, berwarna ungu atau kemerahan dan
mudah sekali pecah kalau mengalami gesekan. Jika muncul di saluran
reproduksi, maka risiko pecah dan mengeluarkan darah saat berhubungan
seks akan sangat tinggi.
6. Kista
endometriosisPertumbuhan yang tidak normal dari lapisan endometrium
dapat menyebabkan kista atau bencolan berisi darah. Bukan cuma
mempengaruhi kesuburan, benjolan yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya
ini juga bisa pecah dan mengeluarkan darah.
7. Tumor fibroidUterine
fibroid atau sejenis tumor di rahim yang biasanya tidak berbahaya.
Gejalanya sangat bervariasi pada setiap individu, salah satunya adalah
perdarahan saat berhubungan seks.
8. Gangguan
hormonTurunnya kadar hormon esterogen saat menjelang menopause bisa
menyebabkan dinding vagina cenderung menipis dan rentan mengalami radang
maupun infeksi. Karena itulah, hubungan seks pada usia-usia menjelang
menopause sering menyebabkan keluarnya darah.
Normalnya, hubungan seks
yang sehat tidak perlu sampai mengeluarkan darah karena secara alami
organ-organ reproduksi akan mengeluarkan cairan lendir sebagai pelumas
agar tidak lecet. Apapun penyebabnya, sebaiknya periksakan ke dokter
agar cepat dicarikan solusinya.
카지노 카지노 カジノ シークレット カジノ シークレット 10cric login 10cric login 1xbet 1xbet 메리트카지노 메리트카지노 matchpoint matchpoint bet365 bet365 leovegas leovegas fun88 soikeotot fun88 soikeotot 11bet 11bet 110
BalasHapus