Kamis, 28 November 2013

SUNNAH RASUL DI MALAM JUM’AT

Selalu tiap hari Kamis sering dijumpai kata-kata itu, baik status di BBM ataupun di facebook, info tentang masalah ini sudah lama jadi pembicaraan orang banyak, hanya semalam jadi perbincangan hangat di grup BBM saya, akhirnya saya kembali ingin mencoba memapaparkan hal ini.
Definisi yang bbenar tentang Sunnah Rasul dalam Islam mengacu kepada sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah Saw menjalani hidupnya atau garis-garis perjuangan / tradisi yang dilaksanakan oleh Rasulullah. Sunnah merupakan sumber kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasullah disebut hadist. Sunnah yang diperintahkan oleh Allah disebut Sunnatullah.
Namun istilah Sunnah Rasul yang populer di malam Jum’at adalah penghalusan dari hubungan suami istri. Boleh jadi barangkali karena di Indonesia, hal-hal yang terkait dengan sex cukup tabu dibicarakan secara terbuka, karena akan dianggap vulgar, maka digunakan istilah sunnah Rasul sebagai pengganti.
Ada satu lagi yang sering kita dengar dari Ustadz, yang juga dianggap hadits mutawatir, yaitu :  ”Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam,red) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”
Ternyata hadist itu setelah dicari-cari kebenarannya tidak dijumpai dalam Kitab manapun, artinya hadist itu hadist palsu. Terkadang kita ingin melakukkan apa-apa yang dianjurkan oleh Rasul tapi ilmunya kurang, tidak mau mencari sumber yang benar, asal ikut-ikutan saja. Hal ini akan membawa kita kepada kesesatan. Semakin kita berlaku tidak cerdas semakin banyak orang-orang yang memanfaatkan ketidaktahuan kita, semakin banyak pula hadits karangan orang-orang yang tidak jelas beredar di masyarakat.
Jadi Anda tidak akan menemukan hadist satu pun tentang hubungan suami istri dimalam Jum’at.
Yang ada dan sunnah Rasul untuk dilakukan pada hari Jum’at (mulai malam Jum’at), yaitu :
  1. Memperbanyak membaca Shalawat, karena kata Nabi SAW,”Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari Jum’at karena shalawatnya umat akan dipersembahkan untukku pdhari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR.Baihaqi)
  2. Membaca Al Qur’an khususnya surat Al Kahfi. Kata Nabi saw : “Barangsiapa membaca surat AL-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua Jum’at”. (HR.Al Hakim)
  3. Memmperbanyak do’a, karena Rasulullah Saw bersabda, ” Hari Jum’at itu dua belas jam”. Tidak adaseorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah  ashar.” (HR.Abu Daud).
  4. Shalat Jum”at, Rasulullah  Saw bersabda, “Shalat Jum’at itu wajib atas setiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya permpuan, anak kecil, dan orang sakit. (HR.Abu Daud dan Al Hakim)
  5.  
  6. Ziarah Kubur, dari Abu Bakar Rasulullag Saw bersabda: “Barangsiapa berziarah kubur kedua orangtuanya atau salah satunya padaa setiap Jum’at, kemudian membaca surat Yasin , maka diampinilah dia sebanyak jumlah ayat dan huruf dari surat itu.” (HR.Dailamy)
Jadi tidak ada ditemukan Sunnah Nabi tentang hubungan suami istri di hari Jum’at (malam Jum’at).
Satu hal lagi, Jangan lupa, yang namanya sunnah Rasul itu pasti pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw, dan urusan ibadah harus ada dalilnya baik dari Al Qur’an maupun sunnah Rasulullah. Sebaik-baik ibadah itu adalah ibadah yang dicontohkan Rasulullah. Sedangkan untukurusan duniawi semuanya boleh kecuali jika ada larangannya.
Kembali pada bahasan sunnah Rasul pada malam Jum’at tersebut, berikut ini  dua hadist Rasulullah Saw
  1. Rasulullah Saw bersabda. “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at seperti jinabat, kemudian dia pergi ke masjid pada saat pertama, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor unta dan siapa yang berangkat pada saat kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan seekor domba yang mempunyai tanduk, dan siapa yang berangkat pada saat keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor ayam, dan siapa yang pada saat kelima, maka seolah-olah dia berkurban dengan sebutir telur, dan apabila imam telah datang, maka malaikat ikut hadir mendengarkan khutbah.’ (Muttafaq ‘alaih)
  2. Rasul Saw bersabda, “Janganlah kamu khususkan malam Jum;at dari malam yang lain untuk shalat dan janganlah kamu khususkan hari Jum’at dari hari yang lain untuk berpuasa, kecuali seseorang diantara kamu berpuasa padanya (tidak mengkhusukan hari Jum’at)” (HR.Muslim juz 2,hal.801)
Itulah salah satu hadits tentang tidak mengkhususkannya malam/hari Jum’at untuk melakukan ibadah sholat dan puasa. sedangkan yang sering disebut-sebut orang tentang sunah Rasul pada malam Jum’at tersebut sama sekali tidak ada dalilnya, untuk itu tidak perlu ikut-ikutan mengamalkannya. Namun begitu bagi nyang selalu menjalankan amalan-amalan pada malam Jum’at tersebut silahkan saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar