Rabu, 06 November 2013

Foreplay Dalam Islam


Apa iya dalam Islam ada yang namanya foreplay? Bagaimana foreplay sesuai dengan ajaran islam?

Dalam ajaran Islam, seks juga diatur sedemikian rupa karena memang hubungan suami istri ini adalah sesuatu yang sesuai dengan fitrah penciptaan manusia dan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan biologisnya. Namun toh memang harus sesuai pedoman yaitu Al-Quran dan Hadits agar bentuk ibadah pada yang Kuasa ini tidak melenceng dari ajaran agama.

Berikut rangkuman dari laman muslimvillage.com akan mengulas bagaimana foreplay dalam Islam.
Pada jaman Rasul dimana diketahui masyarakat begitu merendahkan wanita, para laki-laki berbuat semau mereka pada perempuan. Dalam hubungan suami istri, kedudukan istri dianggap sebagai obyek pemuas nafsu para suami saja.

Seperti diriwayatkan Dailami, Nabi Muhammad S.A.W bersabda yang kurang lebih isinya adalah larangan bagi laki-laki untuk tidak datang (berhubungan suami istri) pada istrinya seperti binatang dan sebaiknya ada utusan antara dua (yaitu ciuman dan kata-kata kasih sayang).

Nah Ladies, dari jaman Nabi saja sudah diketahui bahwa laki-laki memang bisa langsung turn on apabila hasrat bercinta sudah muncul. Dan dari hadits juga bisa disimpulkan bahwa wanita agaknya masih harus dibujuk/dirangsang untuk bisa turn on seperti halnya laki-laki sebelum memulai percintaan. Caranya adalah dengan diberi ciuman dan dihujani dengan kata-kata kasih sayang.

Dari sinipun bisa ditarik kesimpulan bahwa wanita bukanlah obyek dan karenanya yang mengedepankan sisi perasaannya ini perlu diperlakukan dengan penuh kasih sayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar