Suami jarang
pulang, dalam kehidupan berumah tangga, merupakan masalah yang timbul tidak
bisa diprediksi. Pada hakikatnya, hidup berumah tangga itu bertujuan untuk
saling melengkapi satu sama lain.
Riak-riak
kecil pun akan selalu hadir untuk menghiasi kehidupan rumah tangga. Ada yang
berhasil melaluinya, ada pula yang tidak.
Permasalahan yang timbul terkadang susah untuk
diselesaikan. Solusi yang cepat pun kadang diambil untuk mengakhiri konflik
yang ada.
Salah
satunya adalah suami yang akhirnya pergi dari rumah dan suami jarang pulang.
Tentunya, apabila hal tersebut terjadi maka akan menjadi beban pikiran bagi si
perempuan. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka langkah-langkah berikut ini
dapat Anda lakukan:
1. Cari Tahu
Lokasinya
Apabila suami Anda pergi dari rumah, sebaiknya Anda mencari kemungkinan keberadaan suami Anda di berbagai tempat. Anda bisa mencarinya lewat keluarga dan teman-teman dekat suami Anda.
Jika Anda
sudah mengetahui keberadaanya, maka Anda dapat membiarkannya untuk menenangkan
diri terlebih dahulu sementara waktu. Disisi lain, apabila Anda belum menemukan
keberadaanya, Anda bisa melaporkannya kepada polisi. Hal tersebut hanyalah
untuk tujuan mengetahui keberadaannya semata.
2. Berikan
Waktu
Konflik yang terus memanas dan membuat Anda dan suami menjadi lebih emosi dibandingkan sebelumnya. Tentunya, dengan keadaan seperti itu tidak akan mengubah kondisi yang ada, bahkan bisa saja Anda membuat kejadian semakin memanas.
Yang harus
Anda lakukan adalah dengan memberi waktu terhadap pasangan dan Anda untuk
merenungi yang terjadi. Ditambah lagi hal tersebut juga bisa Anda lakukan untuk
meredakan emosi. Apabila emosi sudah reda dan kondisi muai membaik, Anda bisa
pergi ke tempat Suami untuk membicarakannya.
3. Bujuklah
Agar Suami Anda Pulang
Konflik yang terjadi bisa karena faktor eksternal. Oleh karena itu, tak ada salahnya Anda melibatkan keluarga dalam masalah tersebut. Keberadaan suami yang sudah diketahui dapat Anda jadikan sebagai alat untuk datang padanya.
Apabila Anda
belum berani menghadapinya, Anda dapat meminta saudara untuk merayunya agar mau
pulang ke rumah. Tetapi, tentu saja hal tersebut akan lebih baik apabila Anda
melakukannya seorang diri.
Anda dapat
membujuknya untuk pulang ke rumah dengan berbagai alasan seperti anak yang
rindu pada bapaknya atau anak Anda sedang sakit karena menunggu bapaknya
pulang.
Demikianlah
beberapa hal di atas yang bisa dilakukan apabila suami minggat dari rumah. Anda
bisa meneyelesaikan konflik yang ada secara internal. Apabila Anda merasa tidak
bisa mengatasinya maka Anda bisa melibatkan pihak ketiga yakni keluarga Anda
atau keluarga suami Anda. Hal tersebut diakukan untuk mengetahui keberadaan
suami Anda.
Dengan banyaknya
orang yang mencari, hasil yang didapat pun juga akan memuaskan. Apapun konflik
yang terjadi Anda dan suami harus tetap menyelesaikannya untuk mendapatkan
solusi yang terbaik.
Yang
terpenting apabila suami minggat dari rumah adalah keberadaannya, dimana
sekarang ia tinggal, dan bagaimana ia melanjutkan hidupnya selagi Anda tak
bersamanya. Hal tersebut agar Anda mudah menemuinya untuk menyelesaikan
masalah. Atau bahkan agar anak Anda mudah untuk menemuinya.
Apabila Anda
berpikir untuk membiarkannya, tentunya hal tersebut boleh-boleh saja dilakukan.
Masalah tersebut berkaitan dengan keluarga Anda, jadi Anda yang sangat
mengetahui apa yang terjadi.
Tetapi,
ingatlah bahwa dengan membiarkan suami Anda pergi tanpa mencarinya, hal
tersebut akan memicu masalah yang baru. Jadi, lebih baik untuk menyelesaikan
masalah secara bersama-sama untuk mengatasi masalah suami jarang pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar