Sabtu, 05 Oktober 2013

Suami Jarang Pulang? Ini Solusinya





Suami jarang pulang, dalam kehidupan berumah tangga, merupakan masalah yang timbul tidak bisa diprediksi. Pada hakikatnya, hidup berumah tangga itu bertujuan untuk saling melengkapi satu sama lain.
Riak-riak kecil pun akan selalu hadir untuk menghiasi kehidupan rumah tangga. Ada yang berhasil melaluinya, ada pula yang tidak.

Permasalahan yang timbul terkadang susah untuk diselesaikan. Solusi yang cepat pun kadang diambil untuk mengakhiri konflik yang ada.

Salah satunya adalah suami yang akhirnya pergi dari rumah dan suami jarang pulang. Tentunya, apabila hal tersebut terjadi maka akan menjadi beban pikiran bagi si perempuan. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka langkah-langkah berikut ini dapat Anda lakukan:

1. Cari Tahu Lokasinya

Apabila suami Anda pergi dari rumah, sebaiknya Anda mencari kemungkinan keberadaan suami Anda di berbagai tempat. Anda bisa mencarinya lewat keluarga dan teman-teman dekat suami Anda.
Jika Anda sudah mengetahui keberadaanya, maka Anda dapat membiarkannya untuk menenangkan diri terlebih dahulu sementara waktu. Disisi lain, apabila Anda belum menemukan keberadaanya, Anda bisa melaporkannya kepada polisi. Hal tersebut hanyalah untuk tujuan mengetahui keberadaannya semata.

2. Berikan Waktu

Konflik yang terus memanas dan membuat Anda dan suami menjadi lebih emosi dibandingkan sebelumnya. Tentunya, dengan keadaan seperti itu tidak akan mengubah kondisi yang ada, bahkan bisa saja Anda membuat kejadian semakin memanas.

Yang harus Anda lakukan adalah dengan memberi waktu terhadap pasangan dan Anda untuk merenungi yang terjadi. Ditambah lagi hal tersebut juga bisa Anda lakukan untuk meredakan emosi. Apabila emosi sudah reda dan kondisi muai membaik, Anda bisa pergi ke tempat Suami untuk membicarakannya.

3. Bujuklah Agar Suami Anda Pulang

Konflik yang terjadi bisa karena faktor eksternal. Oleh karena itu, tak ada salahnya Anda melibatkan keluarga dalam masalah tersebut. Keberadaan suami yang sudah diketahui dapat Anda jadikan sebagai alat untuk datang padanya. 

Apabila Anda belum berani menghadapinya, Anda dapat meminta saudara untuk merayunya agar mau pulang ke rumah. Tetapi, tentu saja hal tersebut akan lebih baik apabila Anda melakukannya seorang diri.
Anda dapat membujuknya untuk pulang ke rumah dengan berbagai alasan seperti anak yang rindu pada bapaknya atau anak Anda sedang sakit karena menunggu bapaknya pulang.
Demikianlah beberapa hal di atas yang bisa dilakukan apabila suami minggat dari rumah. Anda bisa meneyelesaikan konflik yang ada secara internal. Apabila Anda merasa tidak bisa mengatasinya maka Anda bisa melibatkan pihak ketiga yakni keluarga Anda atau keluarga suami Anda. Hal tersebut diakukan untuk mengetahui keberadaan suami Anda. 

Dengan banyaknya orang yang mencari, hasil yang didapat pun juga akan memuaskan. Apapun konflik yang terjadi Anda dan suami harus tetap menyelesaikannya untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Yang terpenting apabila suami minggat dari rumah adalah keberadaannya, dimana sekarang ia tinggal, dan bagaimana ia melanjutkan hidupnya selagi Anda tak bersamanya. Hal tersebut agar Anda mudah menemuinya untuk menyelesaikan masalah. Atau bahkan agar anak Anda mudah untuk menemuinya. 

Apabila Anda berpikir untuk membiarkannya, tentunya hal tersebut boleh-boleh saja dilakukan. Masalah tersebut berkaitan dengan keluarga Anda, jadi Anda yang sangat mengetahui apa yang terjadi.

Tetapi, ingatlah bahwa dengan membiarkan suami Anda pergi tanpa mencarinya, hal tersebut akan memicu masalah yang baru. Jadi, lebih baik untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama untuk mengatasi masalah suami jarang pulang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar