Selasa, 08 Oktober 2013

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Pria

 


Dari  ; dr. Rosdiani Ramli, SpOG

Pada kasus infertil, biasanya pihak wanita dianggap sebagai penyebabnya, padahal laki-laki juga berperan dalam kondisi tidak terjadinya kehamilan.

Penyebab infertil pada pria berupa :
  • Disfungsi erksi (impoten)
Gangguan ereksi terjadi karena gangguan pembuluh darah sehingga tidak cukup darah yang mengalir ke penis. ini dapat  disebabkan oleh penyakit menahun seperti kencing manis, penyakit jantung koroner, serta pola hidup tidak sehat, merokok, alkohol dan kurang berolah raga.
  • Kualitas sperma yang buruk (baik itu volume, jumlah, bentuk serta pergerakannya).
Salah satu penyebab mengapa sperma gagal membuahi sel telur adalah karna kualitas sperma yang kurang baik. Sperma yang berkualitas adalah sperma yang sel-selnya bergerak lincah (anda memerlukan mikroskop untuk melihat ini) dan jumlahnya yang cukup banyak.

Apabila sperma kurang lincah atau loyo, maka perlu dilakukan tindakan medis untuk membantu sperma loyo tersebut untuk sampai ke sel telur. Dalam suatu hubungan seksual ratusan juta sel sperma dilepaskan oleh suami kedalam liang vagina istri. Ratusan juta sel sperma itu akan berenang menuju ke sel telur. Tapi sebenarnya kontraksi otot vagina istri lebih banyak memegang peranan disini untuk mengantarkan sperma menjangkau daerah yang lebih dalam lagi.

Nah, dari ratusan juta sel sperma tadi, hanya sekitar ratusan sel sperma saja yang bisa sampai ke tuba fallopi. Sesudah memasuki vagina, sel sperma mampu bertahan hidup beberapa lama (sekitar dua sampai lima hari) dan jika selama kurun waktu tersebut terjadi ovulasi, maka sel sperma akan masuk ke dalam sel telur dan mulai membuahi.
MASALAH YANG PALING SERING DIALAMI PIHAK SUAMI  
DALAM KAITANNYA DENGAN INFERTILITAS 
ADALAH KEKURANGAN JUMLAH SEL SPERMA YANG SEHAT

Lalu pertanyaan selanjutnya yang kemudian muncul adalah : bagaimana sel sperma yang baik itu ?

Beberapa kriteria sperma yang baik antara lain :
  • Volume yang cukup
Volume sperma yang baik untuk pembuahan  adalah lebih dari 2 ml. Kondisi tertentu bisa memicu menurunnya jumlah sel sperma diantaranya : kurang tidur, stress, demam atau adanya infeksi lain yang menyebabkan peningkatan sel darah putih. Seorang pria yang subur rata-ratanya mengeluarkan 2 ml hingga 5 ml sperma dalam sekali ejakulasi. Ini adalah jumlah normal. Untuk pria yang secara terus menerus dalam setiap ejakulasi mengeluarkan kurang dari 1,5 ml maka disebut dengan kondisi hypospermia. bila seorang pria rata-rata mengeluarkan sperma dengan volume di atas 5,5 ml maka disebut dengan kondisi hyperspermia. Tapi perlu diingat, jumlah sperma juga terpengaruh oleh seberapa sering seorang pria ejakulasi. Bila terlalu sering ejakulasi , maka tentu volume sperma akan menurun.
  • Konsentrasi Sperma
Pria yang subur mempunyai konsentrasi sperma diatas 20 juta per cc atau 40 juta secara keseluruhan. Konsentrasi sperma yang rendah disebut dengan oligospermia. konsentrasi sperma rendah merujuk pada nilai di bawah 20 juta/cc dan konsentrasi sperma sangat rendah merujuk pada nilai 10 juta/cc.
Azoospermia adalah kondisi dimana kurang sekali atau sama sekali tidak ditemukannya sperma.
  • Pergerakan sperma
Sperma yang baik adalah sperma yang aktif dan mampu menembus barier lendir serviks. Bila menembus barier lendir serviks saja sudah kesulitan, maka akan sulit mengharapkan sperma tersebut mampu membuahi sel telur. Sesuai teori medis, pergerakan sel sperma yang baik adalah 50% sel sperma bergerak lurus atau hanya 25% tapi pergerakannya lebih cepat dan lurus

Sperma terdiri dari dua jenis yaitu sperma yang dapat bergerak maju dan sperma yang tidak dapat bergerak maju. Untuk mencapai sel telur, dibutuhkan sel sperma yang dapat berenang maju dan cepat. Sperma yang tidak bergerak akan sangat sulit diharapkan bisa membuahi sel telur.

Berdasarkan penggolongan oleh WHO, berikut ini  4 jenis sperma berdasarkan pergerakan (motilitas):

Kelas A  :  Sel sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus seperti peluru kendali.
Kelas B  Sel sperma yang berenang maju tapi dalam garis melengkung atau bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lebih lambat.
Kelas C  :  Sel sperma yang ekornya bergerak tapi tidak melaju.
Kelas D  :  Sel sperma yang sama sekali tidak melakukan pergerakan.

Pria yang subur paling tidak memproduksi 50% sperma kelas A dan B. Sperma kelas C dan D tergolong sebagai sel sperma yang kurang baik. Bila dalam sperma seorang pria tekandung lebih banyak sperma kelas C dan D, maka akan sulit memiliki keturunan

Untuk mengetahui kelas sperma, anda harus memerisakan diri ke laboratorium karena sel sperma tidak bisa terlihat oleh mata. Untuk menilai jumlah sperma, pergerakan dan tingkat kesehatan sperma dibutuhkan mikroskop dan tenaga ahli laboratorium.
  • Bentuk Dan Ukuran Sperma
Bentuk dan ukuran sperma juga sangat mempengaruhi kemampuan sperma dalam membuahi sel telur. Misalnya saja bentuk kepala sel sperma yang baik adalah yang berbentuk oval, karena sperma dengan bentuk kepala seperti ini memiliki enzim di kepalanya yang akan membantu sperma dalam menembus lapisan terluar sel telur lainnya.

Bentuk sperma yang tidak normal dikenal dengan istilah teratozospermia. Bentuk sel sperma yang tidak normal akan mempersulit sel sperma tersebut dalam membuahi sel telur. Yang dimaksud dengan bentuk tidak normal adalah yang seperti berikut :
 -  Sel sperma berkepala bulat
 -  Sel sperma berkepala pipih
 -  Sel sperma dengan kepala terlalu besar
 -  Sel sperma berkepala ganda
 -  Sel sperma yang tidak berekor
 -  Dll

Dalam jumlah sperma total pria yang subur, terkandung minimal 30 % sel sperma dengan bentuk yang normal..
  • Masalah Sperma Dengan Antibodi Istri
Hal ini kadang sulit untuk di hindari karemna merupakan kasus dimana antibodi (sistem imun) Istri menganggap sperma suami sebagai benda asing yang masuk kedalam tubuh sehingga menyebabkan reaksi alergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar