
Dari ;
dr. Rosdiani Ramli, SpOG
Pada kasus infertil, biasanya pihak wanita dianggap sebagai penyebabnya, padahal laki-laki juga berperan dalam kondisi tidak terjadinya kehamilan.
Penyebab infertil pada pria berupa :
Pada kasus infertil, biasanya pihak wanita dianggap sebagai penyebabnya, padahal laki-laki juga berperan dalam kondisi tidak terjadinya kehamilan.
Penyebab infertil pada pria berupa :
- Disfungsi erksi (impoten)
Gangguan ereksi terjadi karena gangguan pembuluh darah sehingga tidak
cukup darah yang mengalir ke penis. ini dapat disebabkan oleh penyakit
menahun seperti kencing manis, penyakit jantung koroner, serta pola hidup tidak
sehat, merokok, alkohol dan kurang berolah raga.
- Kualitas sperma yang buruk (baik itu volume, jumlah, bentuk serta pergerakannya).
Salah satu penyebab mengapa sperma
gagal membuahi sel telur adalah karna kualitas sperma yang kurang baik. Sperma
yang berkualitas adalah sperma yang sel-selnya bergerak lincah (anda memerlukan
mikroskop untuk melihat ini) dan jumlahnya yang cukup banyak.
Apabila sperma kurang lincah atau loyo, maka perlu dilakukan tindakan medis untuk membantu sperma loyo tersebut untuk sampai ke sel telur. Dalam suatu hubungan seksual ratusan juta sel sperma dilepaskan oleh suami kedalam liang vagina istri. Ratusan juta sel sperma itu akan berenang menuju ke sel telur. Tapi sebenarnya kontraksi otot vagina istri lebih banyak memegang peranan disini untuk mengantarkan sperma menjangkau daerah yang lebih dalam lagi.
Nah, dari ratusan juta sel sperma tadi, hanya sekitar ratusan sel sperma saja yang bisa sampai ke tuba fallopi. Sesudah memasuki vagina, sel sperma mampu bertahan hidup beberapa lama (sekitar dua sampai lima hari) dan jika selama kurun waktu tersebut terjadi ovulasi, maka sel sperma akan masuk ke dalam sel telur dan mulai membuahi.
Apabila sperma kurang lincah atau loyo, maka perlu dilakukan tindakan medis untuk membantu sperma loyo tersebut untuk sampai ke sel telur. Dalam suatu hubungan seksual ratusan juta sel sperma dilepaskan oleh suami kedalam liang vagina istri. Ratusan juta sel sperma itu akan berenang menuju ke sel telur. Tapi sebenarnya kontraksi otot vagina istri lebih banyak memegang peranan disini untuk mengantarkan sperma menjangkau daerah yang lebih dalam lagi.
Nah, dari ratusan juta sel sperma tadi, hanya sekitar ratusan sel sperma saja yang bisa sampai ke tuba fallopi. Sesudah memasuki vagina, sel sperma mampu bertahan hidup beberapa lama (sekitar dua sampai lima hari) dan jika selama kurun waktu tersebut terjadi ovulasi, maka sel sperma akan masuk ke dalam sel telur dan mulai membuahi.
MASALAH YANG PALING SERING DIALAMI PIHAK
SUAMI
DALAM KAITANNYA DENGAN INFERTILITAS
ADALAH KEKURANGAN JUMLAH SEL SPERMA YANG SEHAT
Lalu
pertanyaan selanjutnya yang kemudian muncul adalah : bagaimana sel sperma yang
baik itu ?
Beberapa
kriteria sperma yang baik antara lain :
- Volume yang cukup
Volume
sperma yang baik untuk pembuahan adalah lebih dari 2 ml. Kondisi tertentu
bisa memicu menurunnya jumlah sel sperma diantaranya : kurang tidur, stress,
demam atau adanya infeksi lain yang menyebabkan peningkatan sel darah putih.
Seorang pria yang subur rata-ratanya mengeluarkan 2 ml hingga 5 ml sperma dalam
sekali ejakulasi. Ini adalah jumlah normal. Untuk pria yang secara terus
menerus dalam setiap ejakulasi mengeluarkan kurang dari 1,5 ml maka disebut
dengan kondisi hypospermia. bila seorang pria rata-rata mengeluarkan
sperma dengan volume di atas 5,5 ml maka disebut dengan kondisi hyperspermia.
Tapi perlu diingat, jumlah sperma juga terpengaruh oleh seberapa sering seorang
pria ejakulasi. Bila terlalu sering ejakulasi , maka tentu volume sperma akan
menurun.
- Konsentrasi Sperma
Pria yang
subur mempunyai konsentrasi sperma diatas 20 juta per cc atau 40 juta secara
keseluruhan. Konsentrasi sperma yang rendah disebut dengan oligospermia.
konsentrasi sperma rendah merujuk pada nilai di bawah 20 juta/cc dan
konsentrasi sperma sangat rendah merujuk pada nilai 10 juta/cc.
Azoospermia adalah kondisi dimana kurang sekali atau sama sekali tidak ditemukannya sperma.
Azoospermia adalah kondisi dimana kurang sekali atau sama sekali tidak ditemukannya sperma.
- Pergerakan sperma
Sperma yang baik adalah sperma yang
aktif dan mampu menembus barier lendir serviks. Bila menembus barier lendir
serviks saja sudah kesulitan, maka akan sulit mengharapkan sperma tersebut
mampu membuahi sel telur. Sesuai teori medis, pergerakan sel sperma yang
baik adalah 50% sel sperma bergerak lurus atau hanya 25% tapi pergerakannya
lebih cepat dan lurus
Sperma terdiri dari dua jenis yaitu sperma yang dapat bergerak maju dan sperma yang tidak dapat bergerak maju. Untuk mencapai sel telur, dibutuhkan sel sperma yang dapat berenang maju dan cepat. Sperma yang tidak bergerak akan sangat sulit diharapkan bisa membuahi sel telur.
Berdasarkan penggolongan oleh WHO, berikut ini 4 jenis sperma berdasarkan pergerakan (motilitas):
Kelas A : Sel sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus seperti peluru kendali.
Kelas B : Sel sperma yang berenang maju tapi dalam garis melengkung atau bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lebih lambat.
Kelas C : Sel sperma yang ekornya bergerak tapi tidak melaju.
Kelas D : Sel sperma yang sama sekali tidak melakukan pergerakan.
Pria yang subur paling tidak memproduksi 50% sperma kelas A dan B. Sperma kelas C dan D tergolong sebagai sel sperma yang kurang baik. Bila dalam sperma seorang pria tekandung lebih banyak sperma kelas C dan D, maka akan sulit memiliki keturunan
Untuk mengetahui kelas sperma, anda harus memerisakan diri ke laboratorium karena sel sperma tidak bisa terlihat oleh mata. Untuk menilai jumlah sperma, pergerakan dan tingkat kesehatan sperma dibutuhkan mikroskop dan tenaga ahli laboratorium.
Sperma terdiri dari dua jenis yaitu sperma yang dapat bergerak maju dan sperma yang tidak dapat bergerak maju. Untuk mencapai sel telur, dibutuhkan sel sperma yang dapat berenang maju dan cepat. Sperma yang tidak bergerak akan sangat sulit diharapkan bisa membuahi sel telur.
Berdasarkan penggolongan oleh WHO, berikut ini 4 jenis sperma berdasarkan pergerakan (motilitas):
Kelas A : Sel sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus seperti peluru kendali.
Kelas B : Sel sperma yang berenang maju tapi dalam garis melengkung atau bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lebih lambat.
Kelas C : Sel sperma yang ekornya bergerak tapi tidak melaju.
Kelas D : Sel sperma yang sama sekali tidak melakukan pergerakan.
Pria yang subur paling tidak memproduksi 50% sperma kelas A dan B. Sperma kelas C dan D tergolong sebagai sel sperma yang kurang baik. Bila dalam sperma seorang pria tekandung lebih banyak sperma kelas C dan D, maka akan sulit memiliki keturunan
Untuk mengetahui kelas sperma, anda harus memerisakan diri ke laboratorium karena sel sperma tidak bisa terlihat oleh mata. Untuk menilai jumlah sperma, pergerakan dan tingkat kesehatan sperma dibutuhkan mikroskop dan tenaga ahli laboratorium.
- Bentuk Dan Ukuran Sperma
Bentuk dan
ukuran sperma juga sangat mempengaruhi kemampuan sperma dalam membuahi sel
telur. Misalnya saja bentuk kepala sel sperma yang baik adalah yang berbentuk
oval, karena sperma dengan bentuk kepala seperti ini memiliki enzim di
kepalanya yang akan membantu sperma dalam menembus lapisan terluar sel telur
lainnya.
Bentuk sperma yang tidak normal dikenal dengan istilah teratozospermia. Bentuk sel sperma yang tidak normal akan mempersulit sel sperma tersebut dalam membuahi sel telur. Yang dimaksud dengan bentuk tidak normal adalah yang seperti berikut :
- Sel sperma berkepala bulat
- Sel sperma berkepala pipih
- Sel sperma dengan kepala terlalu besar
- Sel sperma berkepala ganda
- Sel sperma yang tidak berekor
- Dll
Dalam jumlah sperma total pria yang subur, terkandung minimal 30 % sel sperma dengan bentuk yang normal..
Bentuk sperma yang tidak normal dikenal dengan istilah teratozospermia. Bentuk sel sperma yang tidak normal akan mempersulit sel sperma tersebut dalam membuahi sel telur. Yang dimaksud dengan bentuk tidak normal adalah yang seperti berikut :
- Sel sperma berkepala bulat
- Sel sperma berkepala pipih
- Sel sperma dengan kepala terlalu besar
- Sel sperma berkepala ganda
- Sel sperma yang tidak berekor
- Dll
Dalam jumlah sperma total pria yang subur, terkandung minimal 30 % sel sperma dengan bentuk yang normal..
- Masalah Sperma Dengan Antibodi Istri
Hal ini
kadang sulit untuk di hindari karemna merupakan kasus dimana antibodi (sistem
imun) Istri menganggap sperma suami sebagai benda asing yang masuk kedalam
tubuh sehingga menyebabkan reaksi alergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar