Nah, daripada Anda semakin pusing, berikut kami sajikan lima kriteria pria yang menurut Dr Lise E Janelle, pendiri Centre for Heart Living, pantas dijadikan suami dalam suka maupun duka.
1. Pria yang sudah siap secara emosional
Manusia adalah sosok yang takut sendirian. Tak aneh
jika akhirnya mereka memutuskan untuk memilih orang yang pertama datang
dan melamarnya. Mereka tak lagi memikirkan kondisi emosi yang mendasari
hubungan ini. Jika Anda sedang
dekat dengan seorang pira yang belum bisa melupakan masa lalu,
sebaiknya segera lupakan atau Anda harus siap-siap kecewa.
Bagaimana cara mengetahui apakah seorang pria sudah
siap secara emosional? Perhatikan saja gelagat dan perilakunya
sehari-hari.Bila tujuannya didasarkan oleh kebutuhan dangkal, hanya
mengejar sisi seksual, atau hanya karena tidak mau sendiri, maka
tanda-tanda yang umum terjadi, seperti:
- Tidak nyambung saat bicara dengan Anda.
- Tidak peka pada kebutuhan Anda.
- Sering tiba-tiba membatalkan janji.
- Egois tingkat tinggi, apa pun yang Anda berdua lakukan harus menguntungkannya.
2. Seorang pria yang punya nilai dan pandangan sama
Jika Anda berpikir tentang pasangan hidup, masuk
akal untuk menunggu seseorang yang memiliki nilai hidup dan tujuan yang
sama dengan Anda. Perbedaan tidak selamanya salah, tetapi jika
perbedaannya terlalu rentang, ini bisa jadi tantangan di masa depan.
Misalnya, Anda ingin tiga anak dan si dia tidak
ingin punya anak. Lalu, ia ingin pindah ke Eropa dan Anda ingin menjadi
dekat keluarga. Anda ingin bercinta lembut dan dia menginginkan seks
yang kasar. Pada akhirnya, Anda berdua akan merasa lebih frustrasi
karena hal ini.
3. Pria yang bisa menjadi teman terbaik Anda, menginspirasi, dan puas dengan hidupnya
Saat pacaran, mungkin semua terasa indah.
Sayangnya, setelah menikah sering kali hubungan ini terasa hambar atau
malah sangat berbeda sama sekali. Untuk
mencegah realitas yang mengejutkan, perhatikan bagaimana ia
memperlakukan orang lain, apakah sama baiknya dengan ia memperlakukan
Anda.Apakah dia seorang teman baik, anak, saudara bagi Anda? Idealnya,
si dia harusnya bisa menjadi sahabat terbaik Anda.
Sosok teman baik akan menginspirasi Anda dan juga membantu Anda memiliki kepuasan tersendiri dalam hidup.
4. Pria yang mau bekerja sama membangun hubungan yang langgeng
Setiap hubungan memiliki pasang dan surut, hidup
ini terdiri dari dukungan dan tantangan oleh kedua belah pihak, dan
tidak ada yang lolos dari kenyataan itu. Jika Anda enggan untuk
melakukan eksplorasi diri demi langgengnya hubungan, secara perlahan
tapi pasti penolakan tersebut akan membangun jarak antara Anda berdua.
Parahnya, jika telah mencapai tahap pernikahan, Anda berdua akan tumbuh
menjadi pasangan yang dingin dan membosankan.
“Tembok”yang memisahkan Anda berdua akan menjadi
begitu tebal, dan mungkin ketika Anda menyadari, semuanya telah
terlambat untuk memulai dari awal. Oleh karena itu, komitmen dan komunikasi itu perlu diterapkan. Dan, jangan bosan mengevaluasi hubungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar