Alasan 1: Saya merasa jauh dengan pasangan saya
- Penyebab:
Pekerjaan mungkin mengharuskan Anda dan psangan menghabiskan waktu yang
cukup lama secara terpisah. Waktu yang dihabiskan untuk berkumpul
dengan teman, melakukan hobi juga menjadikan semakin sedikit waktu yang
dihabiskan dengan pasangan hidup.
- Solusi: Coba periksa kembali jadwal Anda. Prioritaskan waktu untuk dihabiskan bersama pasangan.
Pekerjaan
mungkin tidak dapat dielakkan, tetapi waktu-waktu yang Anda habiskan
untuk sekadar jalan dengan teman atau melakukan hobi dapat dikurangi.
Atau, ajaklah pasangan Anda melakukan hal tersebut bersama-sama. Secara
teratur, sisihkan waktu untuk berbicara dan menceritakan perasaan
masing-masing, misalnya setengah jam sebelum tidur. Kebersamaan pada
sepasang suami istri menjadi sesuatu yang penting untuk kelangsungan
pernikahan.
Alasan 2: Saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan dan butuhkan dari pernikahan
- Penyebab:
Sebagai manusia yang tidak sempurna, memang kita terbiasa memikirkan
apa yang dapat diperoleh. Akibatnya, kecenderungan manusia adalah
melihat sisi negatif dari pasangan.
- Solusi:
Janganlah berpikir untuk memperoleh sesuatu dari pernikahan Anda.
Sebaliknya, kembangkan semangat memberi pada pasangan tanpa mengharapkan
imbalan.
Alasan 3: Kami sudah tidak cocok, tidak ada rasa cinta dan respek antara saya dan dia
- Penyebab: Kesibukan, seringnya pertengkaran atau pikiran negatif kepada pasangan dapat menghancurkan rumah tangga.
- Solusi:
Untuk menumbuhkan kembali rasa cinta dibutuhkan upaya dari kedua belah
pihak. Berlibur berdua dapat menjadi pilihan. Tetapi, yang lebih utama
adalah berusaha agar menjalankan kewajiban sendiri. Misalnya, sebagai
istri, berupayalah menjadi istri yang baik dengan menunjukkan espek
kepada suami. Ini akan membuat suami dihargai dan akan menyayangi Anda.
Begitu pula dengan suami yang tidak bertindak diktator dalam memimpin
rumah tangganya dan jadikan istri sebagai partner bukan sebagai pesuruh.
Alasan 4: Saya tidak tahan dengan kebiasaan buruknya, dia sangat berbeda dengan saat masih berpacaran yang tampak sempurna
- Penyebab:
Pasangan Anda mungkin memiliki kebiasaan yang tidak Anda sukai. Walau
Anda sudah memintanya untuk berubah, tetapi kebiasaan ini selalu
diulangi lagi. Kebiasaan terlambat, berantakan atau boros sering menjadi
hal yang mengganggu.
- Solusi:
Hindari untuk berfokus pada kebiasaan padangan yang menjengkelkan. Hal
tersebut hanya akan membuat Anda dan pasangan semakin jauh. Cobalah
ingat-ingat kembali, apa yang membuat Anda jatuh cinta pada pasangan.
Berfokuslah pada hal-hal baik tersebut yang akan membuat Anda semakin
mencintai pasangan.
Alasan 5: Suami saya tidak dapat memimpin keluarga dan selalu membuat keputusan yang salah
- Penyebab:
Karena suatu keputusan yang dibuat pasangan tidak menghasilkan hasil
yang baik, membuat Anda tidak lagi mempercayai pasangan. Kasus lain,
suami tidak mau membuat keputusan dan meyerahkan semua keputusan pada
Anda.
- Solusi: Sebuah keluarga
hendaknya dipimpin seorang suami. Coba periksa diri Anda, apakah selama
ini Anda terus-menerus mengungkit kesalahan pasangan. Hal ini dapat
menghancurkan perkawinan Anda. Sebaiknya, sebagai istri, Anda mendukung
suami dan memujinya dengan tulus. Bersikaplah respek terhadap suami
karena hal ini sangat dihargai suami sebagai kepala keluarga. Ini tidak
berarti sebagai istri hanya dapat selalu menurut. Jika ada suatu
pendapat yang tidak sesuai, sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik,
dengan nada suara yang lembut dan dalam waktu yang tepat.
Berupayalah
untuk selalu berpikiran positif pada pasangan, ciptakan suasana yang
penuh cinta dan upayakan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang
tepat. Sebuah pernikahan tidak selalu harus diakhiri dengan bercerai
meski terdapat berbagai alasan untuk bercerai. Menikmati perkawinan yang
bahagia memang tidak mudah. Suami dan istri perlu memelihara
perkawinan agar dapat terus berjalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar