Sabtu, 31 Agustus 2013

Ingin Pernikahan Bahagia? Jangan Cemburuan

detail berita

DALAM setiap pernikahan, pasti ada pertengkaran. Bahkan, pernikahan yang sehat pun tidak 100% bebas dari konflik.

Pada titik tertentu, hampir semua orang merasa disakiiti oleh pasangan mereka. Bob Navarra, PsyD, seorang terapis keluarga dan pernikahan berlisensi mengatakan bahwa masalah bukan hal yang membuat suatu pernikahan berakhir, tetapi bagaimana pasangan menangani masalah tersebut.

"Meskipun Anda mungkin frustrasi melihat pasta gigi tidak ditutup (usai dipakai oleh pasangan), namun pasangan bahagia membicarakan hal-hal kecil seperti ini," katanya.

Tapi ketika emosi terus dipendam, hal tersebut lama-lama akan menjadi racun negatif yang bisa sampai bernanah dan menyebabkan seseorang sebal, bahkan membenci pasangannya.

Berikut beberapa alasan paling umum kenapa suami membenci istri mereka, seperti dilansir Woman’s Day.

Membuat keputusan penting tanpa masukannya

Penelitian menunjukkan bahwa uang adalah sumber utama perbedaan pendapat di antara pasangan suami- istri, bahkan bagi pasangan yang memiliki pendapatan lebih besar. Dalam banyak cara, uang sama dengan kekuasaan, dan kekuatan yang seimbang sangat penting untuk menjalin hubungan yang harmonis. Jika ingin memutuskan sesuatu mulai dari membeli mesin cuci hingga berlibur, berdiskusilah dengan pasangan terlebih dulu.

Tidak memberinya kesempatan untuk menjadi ayah yang diinginkan

Ibu sering kali memiliki cara pengasuhan yang berbeda dari ayah. Ketika istri tidak percaya pada cara pengasuhan suami, sang istri akan mengirimkan pesan bahwa sang suami salah dan hanya istri yang benar.

Cemburu ketika melihat wanita lain


Pria adalah makhluk visual, jadi jangan heran jika semua pria heteroseksual akan tertarik melihat wanita cantik. Wanita yang memahami hal ini dan tidak tersinggung akan meminimalkan perkelahian yang tidak produktif tentang kecemburuan. Ketika istri bereaksi berlebihan terhadap situasi ini, sang suami kemungkinan akan merasa defensif dan akhirnya kesal. Jadi, jangan khawatir.

Mengharapkan ampunan segera setelah istri meminta maaf

Studi menunjukkan bahwa meminta dan memberi maaf sangat memberikan kontribusi dalam kepuasan perkawinan dan umur panjang. Tapi hati-hati jika maaf hanyalah kata-kata kosong. Meminta maaf memang dapat mengatasi konflik, namun terkadang minta maaf saja tidaklah cukup. Seorang istri perlu menunjukkan bahwa dia mengerti mengapa suaminya marah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar