DALAM setiap pernikahan, pasti ada pertengkaran. Bahkan, pernikahan yang sehat pun tidak 100% bebas dari konflik.
Pada titik tertentu, hampir semua orang merasa disakiti oleh pasangan mereka. Bob Navarra, PsyD, seorang terapis keluarga dan pernikahan berlisensi mengatakan bahwa masalah bukan hal yang membuat suatu pernikahan berakhir, tetapi bagaimana pasangan menangani masalah tersebut.
"Meskipun Anda mungkin frustrasi melihat pasta gigi tidak ditutup (usai dipakai oleh pasangan), namun pasangan bahagia membicarakan hal-hal kecil seperti ini," katanya.
Tapi ketika emosi terus dipendam, hal tersebut lama-lama akan menjadi racun negatif yang bisa sampai bernanah dan menyebabkan seseorang sebal, bahkan membenci pasangannya.
Berikut beberapa alasan paling umum kenapa suami membenci istri mereka, seperti dilansir Woman’s Day.
Tidak bertengkar secara adil
Pasangan yang bahagia bukan berarti jarang bertengkar, mereka hanya bertengkar lebih baik. Caranya dengan menjelaskan perasaan dan kebutuhan mereka, bukan malah menyalahkan pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa istri lebih cenderung memunculkan masalah untuk didiskusikan, sementara suami menarik diri (menghindari) argumen. Bila ini terus terjadi, perempuan cenderung memulai percakapan secara negatif yang nantinya hanya membuat hal-hal buruk.
Memperlakukan suami seperti anak kecil
Masalah besar dalam berpasangan adalah pria tidak suka jika sang pasangan meremehkannya. Hal ini bisa membuat dia merasa "kurang" atau rendah diri. Dan tidak ada yang memicu kebencian lebih cepat daripada merasa rendah diri.
Melibatkan orang lain dalam pernikahan Anda
Meski Anda menganggapnya tidak berbahaya, namun mengeluh kepada teman dan keluarga dapat merusak kepercayaan suami Anda. Pria merasa jika hal tersebut ini memalukan dan menyakitkan. Jika Anda benar-benar perlu untuk melampiaskan, pertimbangkan berbicara dengan dokter atau terapis untuk menjaga hal-hal rahasia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar